Kematian ikan, kerang, dan udang dilaporkan terjadi di perairan utara Kabupaten Tangerang, Banten. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan pencemaran residu kimia yang terbawa aliran Sungai Cisadane hingga ke wilayah pesisir.
Pencemaran disebut berasal dari kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan pada awal pekan. Residu kimia diduga mengalir mengikuti arus sungai menuju kawasan pesisir Tanjung Pasir, Teluknaga hingga Dadap, Kabupaten Tangerang.
Dampak Terlihat Sejak Pertengahan Pekan
Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia Kabupaten Tangerang, Rosita, mengatakan dampak cemaran mulai terasa sejak Kamis (12/2). Kondisi tersebut disebut berlangsung selama beberapa hari dan memukul aktivitas budidaya pesisir.
Tambak kerang dan udang milik nelayan di sekitar garis pantai menjadi area paling terdampak. Banyak hasil budidaya dilaporkan mati dan terpaksa dibuang karena diduga terkontaminasi bahan kimia.
Rosita menyebut perubahan kualitas air laut terlihat jelas. Permukaan air tampak berminyak dan bercampur partikel yang menempel. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran nelayan terhadap keamanan hasil tangkapan.
Sejumlah nelayan memilih tidak melaut. Mereka khawatir ikan yang tertangkap tidak layak konsumsi dan berisiko membahayakan masyarakat.
Pemerintah Imbau Warga Tidak Konsumsi Ikan Mati
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, mengimbau masyarakat pesisir tidak mengonsumsi atau menjual ikan yang ditemukan mati di sekitar pantai.
Ia juga meminta nelayan menghindari penangkapan ikan di wilayah pesisir yang diduga terdampak cemaran hingga situasi dinyatakan aman.
Menurut Rudi, pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air Sungai Cisadane yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang.
Pemeriksaan juga melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Penguji Kesehatan Ikan dan Lingkungan.
“Hasil laboratorium diperkirakan keluar sekitar 10 hari ke depan,” ujarnya.
Ancaman Lingkungan dan Ekonomi Pesisir
Insiden ini tidak hanya memicu kekhawatiran soal pencemaran lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir. Budidaya kerang dan udang yang rusak menyebabkan kerugian bagi nelayan kecil.
Perkembangan hasil uji laboratorium akan menjadi penentu langkah penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan penetapan status darurat lingkungan atau pembatasan aktivitas perikanan di kawasan terdampak.
Otoritas daerah menyatakan akan terus memantau kondisi perairan dan memastikan keselamatan konsumsi hasil laut bagi masyarakat.







