Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan mengenai dua pulau pribadinya di Kepulauan Virgin Amerika Serikat (US Virgin Islands).
Kedua pulau tersebut, Little St. James dan Great St. James, disebut dalam sejumlah dokumen dan laporan terkait dugaan aktivitas perdagangan seks yang melibatkan perempuan muda dan korban di bawah umur.
Salah satu pulau, Little St. James, bahkan sempat dijuluki oleh publik sebagai “pulau pedofil” karena kaitannya dengan tuduhan kejahatan seksual yang menjerat Epstein.
Little St. James Dibeli pada 1998
Mengutip laporan Forbes, Epstein membeli pulau Little St. James pada 1998 dengan nilai hampir 8 juta dollar AS.
Pulau tersebut memiliki luas lebih dari 70 hektar dan berada di wilayah Kepulauan Virgin AS.
Seiring waktu, pulau itu menjadi sorotan setelah muncul tuduhan bahwa Epstein menjadikannya salah satu lokasi utama dalam jaringan perdagangan seks.
Great St. James Dibeli pada 2016
Pada 2016, Epstein memperluas kepemilikannya dengan membeli pulau di sebelah Little St. James, yakni Great St. James.
Pulau tersebut memiliki luas lebih dari 160 hektar.
Harga pembeliannya dilaporkan mencapai 22,5 juta dollar AS.
Dalam perkembangan berikutnya, pembelian pulau kedua ini turut dikaitkan dengan dugaan upaya memperkuat privasi dan membatasi akses terhadap aktivitas di pulau pertama.
Gugatan Pemerintah Kepulauan Virgin AS
Dalam gugatan pidana yang diajukan pemerintah Kepulauan Virgin AS pada 2020, Epstein dituding membawa gadis di bawah umur dan perempuan muda ke Little St. James selama periode 2001 hingga 2018.
Dalam dokumen pengaduan itu, mereka disebut dipaksa melakukan tindakan seksual dan kerja paksa.
Pemerintah Kepulauan Virgin AS juga menuding pembelian Great St. James dilakukan untuk “lebih melindungi perilaku” di Little St. James dari pandangan publik.
Langkah tersebut disebut bertujuan mencegah deteksi oleh penegak hukum maupun masyarakat.
Fasilitas Mewah dan Hambatan Penjualan
Kedua pulau tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, seperti landasan helikopter, dermaga pribadi, rumah utama, serta sejumlah vila.
Meski demikian, reputasi buruk yang melekat pada aset tersebut dilaporkan membuat proses penjualan tidak berjalan mudah.
Setelah Epstein meninggal pada 2019, nilai kedua pulau itu ditaksir mencapai 31 juta dollar AS.
Namun, aset tersebut sempat ditawarkan ke pasar dengan harga lebih tinggi, yakni hingga 125 juta dollar AS.
Kesepakatan Pembayaran 105 Juta Dollar AS
Pada Desember 2022, pemerintah Kepulauan Virgin AS menuntut kompensasi terkait keberadaan properti warisan Epstein.
Perusahaan Epstein kemudian setuju membayar 105 juta dollar AS secara tunai.
Pembayaran itu mencakup pengembalian lebih dari 80 juta dollar AS dalam bentuk keringanan pajak.
Selain itu, warisan Epstein juga diwajibkan membayar tambahan 450.000 dollar AS untuk pemulihan lingkungan di sekitar Great St. James.
Dana tersebut disebut digunakan untuk memperbaiki kerusakan pada struktur berusia ratusan tahun yang dibangun pada masa perbudakan era kolonial.
Terjual pada Mei 2023
Pada Mei 2023, kedua pulau tersebut dilaporkan akhirnya terjual.
Pembelinya adalah miliarder ekuitas swasta Stephen Deckoff, dengan nilai transaksi sebesar 60 juta dollar AS.
Kepada Forbes, Deckoff menyatakan rencananya untuk membangun resor mewah berkapasitas sekitar 25 kamar di kawasan tersebut.
Dana untuk Program Pendampingan Korban
Berdasarkan kesepakatan penjualan, separuh nilai transaksi dialokasikan untuk pemerintah Kepulauan Virgin AS.
Dana itu kemudian ditempatkan dalam sebuah perwalian khusus.
Tujuannya adalah mendanai layanan konseling serta program pendampingan bagi korban pelecehan seksual dan perdagangan manusia.