-

HomeEkonomiPasar Kripto Global Bergejolak, Bitcoin Sempat Turun ke US$74.000

Pasar Kripto Global Bergejolak, Bitcoin Sempat Turun ke US$74.000

Pasar aset kripto global memasuki fase volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi hingga kisaran US$74.000 sebelum kembali menguat dan bergerak di sekitar US$77.000.

Tekanan pasar terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Salah satu pemicunya adalah eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang ikut membebani aset berisiko. Sentimen tersebut menguat setelah muncul dinamika baru terkait nominasi kepemimpinan Federal Reserve.

Koreksi harga kripto kali ini turut berdampak pada nilai total pasar. Kapitalisasi pasar kripto global diperkirakan turun sekitar US$800 miliar dibandingkan puncaknya pada Oktober lalu.

Pergerakan ini menegaskan bahwa pasar kripto semakin sensitif terhadap faktor makroekonomi dan geopolitik. Kondisi global yang berubah cepat kerap langsung tercermin pada harga aset digital.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengatakan Bitcoin termasuk aset yang cepat bereaksi terhadap gejolak global. Hal itu karena Bitcoin diperdagangkan selama 24 jam tanpa jeda.

“Dalam kondisi seperti ini, sentimen risk-off bisa terjadi bersamaan. Bukan hanya aset digital, instrumen hard money tradisional seperti emas dan perak juga dapat mengalami tekanan jual,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (4/2/2026).

Data on-chain dari Glassnode menunjukkan respons investor yang berbeda-beda selama koreksi berlangsung. Investor ritel disebut cenderung melepas aset saat kekhawatiran meningkat.

Sementara itu, kelompok pemegang besar atau “mega whales” dengan kepemilikan lebih dari 1.000 BTC dilaporkan melakukan penyesuaian portofolio secara bertahap.

Menurut Antony, perbedaan ini mencerminkan variasi strategi pengelolaan risiko antar kelompok investor. Struktur pelaku pasar kripto dinilai semakin beragam dibandingkan beberapa tahun lalu.

Di sisi lain, ia menilai fondasi ekosistem kripto saat ini lebih kuat dibandingkan periode koreksi besar pada 2022. Salah satu faktor penopangnya adalah meningkatnya keterlibatan institusi.

Kehadiran produk ETF dan integrasi dengan infrastruktur perbankan disebut memberikan lapisan stabilitas tambahan. Meski begitu, volatilitas masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

Bagi investor di Indonesia, pelaku industri mengingatkan pentingnya menjaga pendekatan rasional. Keputusan investasi disarankan tidak didasarkan pada emosi atau pergerakan harga harian.

Evaluasi manajemen risiko dan pemahaman profil risiko pribadi dinilai menjadi kunci menghadapi fluktuasi pasar. Disiplin pada strategi jangka panjang juga dianggap lebih relevan saat volatilitas meningkat.

Selain itu, pemantauan pasar secara proporsional serta riset mandiri tetap diperlukan. Penguatan literasi keuangan digital dinilai penting agar masyarakat mampu memahami dinamika ekonomi global yang memengaruhi aset kripto.

Berkaitan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here