Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah telah menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menjelaskan, capaian tersebut berasal dari 22.275 unit dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia.
Menurutnya, setiap dapur menyerap tenaga kerja yang digaji untuk menjalankan operasional penyediaan makanan bergizi. Dari perhitungan pemerintah, jumlah pekerja yang terlibat secara rutin diperkirakan mencapai sekitar 1 juta orang.
Selain penyerapan tenaga kerja, Prabowo menilai keberadaan ribuan dapur MBG juga mendorong pergerakan ekonomi lokal. Ia mengatakan, setiap unit dapur membutuhkan pasokan bahan pangan seperti sayur, telur, ikan, ayam, serta komoditas lainnya dari masyarakat di desa maupun kota.
Kondisi tersebut, kata Prabowo, membuka peluang kerja tambahan bagi pemasok bahan baku di daerah.
Prabowo juga menyampaikan target penerima manfaat MBG hingga 82,9 juta orang pada akhir 2026. Ia memperkirakan, jika program diperluas, jumlah lapangan kerja yang tercipta berpotensi meningkat menjadi 3 juta hingga 5 juta pada masa mendatang.
Presiden menegaskan, penciptaan lapangan kerja melalui program MBG menunjukkan kebijakan pemerintah dapat berdampak langsung bagi masyarakat. Ia pun mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi secara konstruktif dalam mendukung program tersebut.