Liputankhusus.com, TANGERANG — Kabupaten Tangerang mencatatkan perjalanan sejarah yang panjang dan bernilai tinggi. Berawal dari benteng pertahanan Kesultanan Banten di abad ke-17, wilayah ini kini telah bertransformasi menjadi salah satu megapolitan penyangga utama Ibu Kota.
Perjalanan sejarah kawasan ini bermula pada 13 Oktober 1632, saat tiga bangsawan asal Kesultanan Banten—yaitu Arya Wangsakara, Arya Jaya Santika, dan Arya Yuda Negara—dilantik untuk memimpin kawasan Tangerang dengan Tigaraksa sebagai wilayah pertama yang mereka tempati. Tanggal bersejarah tersebut kini resmi ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Tangerang melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020, menggantikan penetapan hari jadi sebelumnya yang sempat diperingati setiap 27 Desember 1943.
Memasuki masa kolonial pada rentang tahun 1682 hingga 1809, kepemimpinan wilayah ini dilanjutkan secara turun-temurun oleh Kyai Aria Soetadilaga I hingga VII. Babak baru kemudian terjadi ketika hak pengelolaan dan pemerintahan dialihkan ke Batavia, di mana sebagian besar lahannya dijual kepada para tuan tanah swasta.
Pada masa pendudukan Jepang, status administratif Tangerang dinaikkan dari kewedanaan menjadi kabupaten. Kebijakan ini diambil lantaran Jakarta ditetapkan sebagai Tokubetsusi atau Kota Istimewa, yang membuat keberadaan Kabupaten Jakarta menjadi tidak efektif. Berdasarkan Keputusan Gunseikan pada 9 November 1943, kantor Jakarta Ken Yakusyo dipindahkan ke Tangerang dan namanya diubah menjadi Tangerang Ken, dengan Atik Soeardi dilantik sebagai bupati pertama untuk periode 1943 hingga 1944.
Dinamika pembangunan yang kian pesat setelah era kemerdekaan mendorong terjadinya beberapa kali pemekaran dan reorganisasi wilayah administrasi. Pada 28 Februari 1993, Kota Tangerang resmi berdiri sendiri berdasar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1993, yang memicu pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang ke Kecamatan Tigaraksa. Selanjutnya pada tahun 2008, sebanyak tujuh kecamatan kembali memisahkan diri untuk membentuk Daerah Otonom Baru, yakni Kota Tangerang Selatan.
Sejak berdirinya Republik Indonesia, kepemimpinan di Kabupaten Tangerang telah berganti melintasi berbagai era. Dimulai dari Atik Soeardi (1943–1944), R. Agus Padmanegara (1944–1945), tokoh pergerakan Achmad Chaerun atau yang dikenal sebagai Bapak Rakyat Tangerang (18 Oktober 1945–14 Januari 1946), R. Achjad Penna (1945–1946, 1948–1950, 1950–1952), K.H. Abdulhadi (1946–1947), R. Djajarukmantara (1947–1948), R. Apandi Wiraputra (1952–1956), R. Ahmad Soeriadikusumah (1956–1960), Tb. Amin Abdullah (1960–1966), H.E. Muchdi (1966–1978), H.E. Mohamad Syukur (1978–1983), Tadjus Sobirin (1983–1993), Syaifullah A.R. (1993–1998), hingga Agus Djunara (Mei 1998–2003).
Era kepemimpinan modern kemudian dilanjutkan oleh Ismet Iskandar yang menjabat selama dua periode pada 2003 hingga 2013 dengan didampingi Norodom Sukarno dan kemudian Rano Karno. Kepemimpinan lalu diteruskan oleh Ahmed Zaki Iskandar untuk periode 2013 hingga 2023 berpasangan dengan Hermansyah dan Mad Romli. Setelah sempat diisi oleh pejabat transisi yakni Maesyal Rasyid sebagai Plh serta Komaruddin dan Andi Ony Prihartono sebagai Pj pada rentang 2023 hingga 2025, kini kepemimpinan definitif Kabupaten Tangerang dipegang oleh Bupati Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Secara geografis, Kabupaten Tangerang saat ini memiliki luas wilayah mencapai 1.001,86 kilometer persegi. Wilayah seluas itu terbagi ke dalam 29 kecamatan, 28 kelurahan, dan 246 desa.
Pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang berkedudukan di Kecamatan Tigaraksa, yang menaungi Kelurahan Kadu Agung dan Tigaraksa, serta Desa Bantar Panjang, Cisereh, Cileles, Margasari, Matagara, Pasir Bolang, Pasir Nangka, Pematang, Sodong, Tapos, dan Tegalsari.
Sektor wilayah barat dan selatan didukung oleh Kecamatan Balaraja yang mencakup Kelurahan Balaraja serta Desa Cangkudu, Gembong, Saga, Sentul, Sentul Jaya, Sukamurni, Talagasari, dan Tobat. Kecamatan Cikupa menaungi Kelurahan Bunder dan Sukamulya, serta Desa Bitung Jaya, Bojong, Budi Mulya, Cibadak, Cikupa, Dukuh, Pasir Gadung, Pasir Jaya, Sukadamai, Sukanagara, Talaga, dan Talagasari. Kecamatan Cisauk membawahi Kelurahan Cisauk bersama Desa Cibogo, Dangdang, Mekar Wangi, Sampora, dan Suradita. Kecamatan Cisoka membawahi Desa Bojong Loa, Carenang, Caringin, Cempaka, Cibugel, Cisoka, Jeungjing, Karangharja, Selapajang, dan Sukatani. Kecamatan Curug meliputi Kelurahan Binong, Curug Kulon, dan Sukabakti, serta Desa Cukanggalih, Curug Wetan, Kadu, dan Kadu Jaya. Kecamatan Jambe membawahi Desa Ancol Pasir, Daru, Jambe, Kutruk, Mekarsari, Pasir Barat, Ranca Buaya, Sukamanah, Taban, dan Tipar Raya. Kecamatan Jayanti mencakup Desa Cikande, Dangdeur, Jayanti, Pabuaran, Pangkat, Pasir Gintung, Pasir Muncang, dan Sumurbandung. Kecamatan Legok menaungi Kelurahan Babakan serta Desa Babat, Bojongkamal, Caringin, Ciangir, Cirarab, Kemuning, Legok, Palasari, Rancagong, dan Serdang Wetan. Sementara Kecamatan Solear membawahi Desa Cikande, Cikasungka, Cikuya, Cireundeu, Munjul, Pasir Ampo, dan Solear.
Di kawasan permukiman padat dan perkotaan, Kecamatan Kelapa Dua menaungi Kelurahan Bencongan, Bencongan Indah, Bojong Nangka, Kelapa Dua, dan Pakulonan Barat, serta Desa Curug Sangereng. Kecamatan Pagedangan membawahi Kelurahan Medang beserta Desa Cicalengka, Cihuni, Cijantra, Jatake, Kadu Sirung, Karang Tengah, Lengkong Kulon, Malang Nengah, Pagedangan, dan Situ Gadung. Kecamatan Panongan mencakup Kelurahan Mekar Bakti serta Desa Ciakar, Mekar Jaya, Panongan, Peusar, Ranca Iyuh, Ranca Kalapa, dan Serdang Kulon. Kecamatan Pasar Kemis membawahi Kelurahan Kuta Baru, Kutabumi, Kuta Jaya, dan Sindangsari, serta Desa Gelam Jaya, Pangadegan, Pasar Kemis, Suka Asih, dan Sukamantri. Kecamatan Rajeg menaungi Kelurahan Sukatani serta Desa Daon, Jambu Karya, Lembangsari, Mekarsari, Pangarengan, Rajeg, Rajeg Mulya, Ranca Bango, Sukamanah, Sukasari, Tanjakan, dan Tanjakan Mekar. Kecamatan Sindang Jaya membawahi Desa Badak Anca, Sindang Asih, Sindang Jaya, Sindang Panon, Sindang Sono, Sukaharja, dan Wanakerta.
Sementara itu di wilayah utara dan pesisir, Kecamatan Gunung Kaler membawahi Desa Cibetok, Cipaeh, Gunung Kaler, Kandawati, Kedung, Onyam, Rancagede, Sidoko, dan Tamiang. Kecamatan Kemiri menaungi Desa Karang Anyar, Kemiri, Klebet, Legok Suka Maju, Lontar, Patramanggala, dan Ranca Labuh. Kecamatan Kosambi meliputi Kelurahan Dadap, Kosambi Barat, dan Salembaran Jaya, serta Desa Belimbing, Cengklong, Jati Mulya, Kosambi Timur, Rawa Burung, Rawa Rengas, dan Salembaran Jati. Kecamatan Kresek membawahi Desa Jengkol, Kemuning, Koper, Kresek, Pasir Ampo, Patrasana, Rancailat, Renged, dan Talok. Kecamatan Kronjo mencakup Desa Bakung, Blukbuk, Cirumpak, Kronjo, Muncung, Pagedangan Ilir, Pagedangan Udik, Pagenjahan, Pasilian, dan Pasir. Kecamatan Mauk menaungi Kelurahan Mauk Timur serta Desa Banyu Asih, Gunung Sari, Jatiwaringin, Kedung Dalem, Ketapang, Marga Mulya, Mauk Barat, Sasak, Tanjung Anom, Tegal Kunir Kidul, dan Tegal Kunir Lor. Kecamatan Mekarbaru membawahi Desa Cijeruk, Gandaria, Jenggot, Kedaung, Klutuk, Kosambi Dalam, Mekarbaru, dan Waliwis. Kecamatan Pakuhaji meliputi Kelurahan Pakuhaji serta Desa Buaran Bambu, Buaran Mangga, Bunisari, Gaga, Kalibaru, Kiara Payung, Kohod, Kramat, Laksana, Paku Alam, Rawa Boni, Sukawali, dan Surya Bahari. Kecamatan Sepatan menaungi Kelurahan Sepatan serta Desa Karet, Kayu Agung, Kayu Bongkok, Mekar Jaya, Pisangan Jaya, Pondok Jaya, dan Sarakan. Kecamatan Sepatan Timur membawahi Desa Gempol Sari, Jati Mulya, Kampung Kelor, Kedaung Barat, Lebak Wangi, Pondok Kelor, Sangiang, dan Tanah Merah. Kecamatan Sukadiri mencakup Desa Buaran Jati, Gintung, Karang Serang, Kosambi, Mekar Kondang, Pekayon, Rawa Kidang, dan Sukadiri. Kecamatan Sukamulya membawahi Desa Buniayu, Kaliasin, Kubang, Merak, Parahu, Sukamulya, Benda, dan Buniasih. Adapun Kecamatan Teluknaga menaungi Desa Bojong Renged, Babakan Asem, Kampung Besar, Kampung Melayu Barat, Kampung Melayu Timur, Keboncau, Muara, Lemo, Pangkalan, Tanjung Burung, Tanjung Pasir, dan Teluknaga.
Laporan: Sandy Purwanto











Komentar