Liputankhusus.com, TANGERANG — Kasus kejahatan dengan modus penukaran atau pengganjalan kartu ATM kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang jurnalis yang bertugas di wilayah Tangerang Raya nyaris menjadi korban pembobolan rekening setelah kartunya ditukar secara diam-diam oleh pelaku di sebuah gerai Indomaret yang berlokasi di Pabuaran, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Senin (12/10/2026).
Kejadian bermula ketika korban mendatangi gerai Indomaret Pabuaran Tigaraksa (TUB4) dengan maksud untuk mengambil uang tunai melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Saat tiba di area mesin, sudah ada dua pria berdiri di dekatnya.
Tanpa menaruh curiga sedikit pun, korban lantas memasukkan kartu ATM ke dalam mesin. Namun, kartu tersebut mendadak mengalami kendala dan tidak mau masuk. Melihat situasi tersebut, pria yang berdiri di sampingnya langsung menawarkan bantuan dengan dalih bahwa mesin tersebut memang agak sulit digunakan.
“Sini bu, saya bantuin, emang agak susah,” ujar pelaku saat itu menirukan gaya menolong, memanfaatkan kelengahan korban hingga akhirnya kartu tersebut tampak masuk ke dalam mesin.
Namun, saat proses transaksi dilakukan dan nominal uang hendak ditarik, mesin ATM menolak transaksi tersebut. Merasa penasaran, korban mencoba memasukkan kartu untuk kedua kalinya, tetapi hasilnya tetap sama. Karena curiga, korban lantas keluar dari gerai Indomaret tersebut untuk mencari lokasi lain guna memastikan kondisi kartunya.
Korban kemudian mendatangi gerai Indomaret kedua. Setibanya di sana, hasil pengecekan tetap menunjukkan transaksi gagal. Dari situlah korban mulai meneliti fisik kartu yang dipegangnya dan menyadari bahwa bentuk serta detail kartu tersebut sudah berbeda dari kartu ATM miliknya yang asli.
Rasa penasaran membawa korban mendatangkan gerai Indomaret ketiga untuk memastikan kebenarannya, namun hasilnya tetap sama. Sadar telah menjadi korban tindak kejahatan, ia menyimpulkan bahwa pria yang sempat “menolongnya” di gerai pertama telah menukar kartu ATM miliknya secara sengaja.
Petugas Indomaret Pabuaran Tigaraksa yang bertugas saat kejadian, Ropi, mengaku sangat kaget dan tidak menyadari bahwa aksi kejahatan dengan modus pengganjal atau penukar kartu ATM tengah berlangsung di tempat ia bekerja.
Menurut Ropi, dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa dua orang yang berdiri di sekitar mesin ATM sambil menunggu korban merupakan komplotan pelaku kejahatan.
“Saya sangat kaget dan sama sekali tidak menyangka kalau dua orang yang berada di dekat ATM sambil menunggu korban itu adalah pelaku modus pengganjal ATM. Ini baru sekali terjadi di sini, belum pernah ada kasus seperti ini sebelumnya, dan saya sangat menyayangkan mengapa modus pelaku bisa dilakukan di tempat saya bekerja,” ungkap Ropi dengan nada menyesal.
Meski demikian, Ropi langsung bergerak cepat membantu korban begitu mengetahui duduk perkaranya. Ia membantu korban menghubungi call center resmi Bank BCA serta memfasilitasi sambungan telepon menggunakan ponsel miliknya agar korban bisa segera melakukan pemblokiran kartu demi keamanan saldo rekening korban.
Dari kejadian yang menimpanya, korban menyampaikan pesan penting serta imbauan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat menggunakan fasilitas mesin ATM di tempat umum.
“Harapan saya agar masyarakat yang ingin mengambil uang di mesin ATM agar lebih berhati-hati lagi, jangan sampai ada yang mengalami kejadian seperti saya ini,” ujar korban berpesan agar kejadian serupa tidak menimpa warga lainnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi publik untuk selalu menjaga kerahasiaan PIN, tidak mudah percaya kepada orang asing yang menawarkan bantuan di area mesin ATM, serta segera melakukan pemblokiran ke call center bank apabila mengalami kendala tidak wajar pada mesin ATM.
Bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat terdekat demi meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap segala bentuk modus kejahatan perbankan.
Laporan: Sandy Purwanto











Komentar