TEMBILAHAN, INDRAGIRI HILIR — 27 Oktober 2026 | Liputan Khusus.com
PKBM Melati Indah meraih penghargaan sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) percontohan dari Bunda PAUD se-Kabupaten Indragiri Hilir untuk tahun ajaran 2026/2027. Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi lembaga pendidikan nonformal itu untuk terus memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang belum memperoleh kesempatan belajar secara maksimal.
Keberadaan PKBM Melati Indah dinilai memiliki peran penting dalam membuka kesempatan pendidikan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk warga yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan untuk mengikuti pendidikan formal.
Dalam liputan khusus Liputan Khusus.com, Kepala Sekolah PKBM Melati Indah, Harmita, menegaskan bahwa lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program Paket A, Paket B, dan Paket C tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa memandang usia.
“Sekolah Paket ABC tidak membatasi usia. Selagi masyarakat masih ingin belajar, kami siap menampung demi pendidikan dan menggali ilmu pengetahuan, apalagi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah desa terpencil,” ujar Harmita.
Menurut Harmita, pendidikan merupakan kebutuhan penting yang harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui pendidikan kesetaraan, warga yang sebelumnya terkendala usia, jarak, pekerjaan, maupun kondisi ekonomi tetap memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Peserta Didik Merasa Terbantu dengan Pendidikan Paket C
Manfaat keberadaan PKBM Melati Indah juga dirasakan oleh para peserta didiknya. Nur, salah seorang murid Paket C, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan pendidikan tersebut, terutama karena jadwal pembelajaran dapat disesuaikan dengan aktivitas masyarakat.
“Kami sangat terbantu, Pak, dengan adanya sekolah Paket C ini. Kami belajar hanya pada Sabtu dan Minggu, dua hari dalam seminggu. Pendidikannya juga sangat memuaskan. Kami diarahkan untuk banyak belajar pada malam hari dengan buku panduan yang sesuai dengan pendidikan pada umumnya,” ungkap Nur.
Ia menjelaskan, selain mendapatkan pembelajaran akademik, para peserta didik juga memperoleh kesempatan mempelajari berbagai keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
“Kami juga disiapkan untuk belajar menjahit, komputer, tata boga, dan keterampilan lainnya,” tambahnya.
Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta didik karena pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga pada pengembangan kemampuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk masa depan.
Enam Pokja Tersebar di Sejumlah Wilayah Inhil
Untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat, PKBM Melati Indah mengelola enam kelompok kerja (Pokja) yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
Adapun enam Pokja beserta jumlah peserta didiknya adalah sebagai berikut:
Ponpes Yasin Suhada, Parit 7, Tembilahan Hulu, dengan jumlah 170 siswa/siswi.
Ponpes Daarul Islah, Peka Arba, Tembilahan, dengan jumlah 55 siswa/siswi.
Ponpes Ribat, Pulau Palas, Tembilahan Hulu, dengan jumlah 32 siswa/siswi.
Ponpes Miftahul Ulum, dengan jumlah 19 siswa/siswi.
Kelompok umum Parit 15, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, dengan jumlah 130 siswa/siswi.
Desa Sungai Buluh, Kecamatan Kuindra, dengan jumlah 125 siswa/siswi.
Berdasarkan data tersebut, keenam Pokja PKBM Melati Indah menampung total 531 siswa/siswi.
Sebaran kelompok belajar yang mencakup lingkungan pondok pesantren, kelurahan, hingga desa menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan pendidikan. Dengan adanya kelompok belajar di berbagai wilayah, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengikuti pembelajaran tanpa harus menghadapi kendala jarak yang terlalu jauh.
Upaya ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemerataan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang akses pendidikannya masih terbatas.
Komitmen Membuka Akses Pendidikan bagi Semua Kalangan
Harmita berharap PKBM Melati Indah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir. Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, Bunda PAUD, dan berbagai pihak terkait agar pelayanan pendidikan kesetaraan semakin mudah dijangkau.
Baginya, penghargaan sebagai PKBM percontohan bukan sekadar sebuah pencapaian, melainkan juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut terutama ditujukan kepada warga yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan, termasuk masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Dengan semangat memberikan kesempatan belajar kepada semua kalangan, PKBM Melati Indah diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menambah ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta meraih masa depan yang lebih baik.
Pendidikan tidak mengenal batas usia. Selama masih ada kemauan untuk belajar, kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan harus tetap terbuka bagi setiap orang.
Liputan Khusus.com — Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Masyarakat.
Penulis :Anton













Komentar