Batam, Kepulauan Riau, Liputankhusus.com — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Gerakan Generasi Milenial Indonesia (GGMI) Kota Batam menggelar diskusi publik yang mendorong penguatan ekonomi biru dan pengembangan Lumbung Ikan Nasional sebagai kontribusi nyata generasi muda mendukung agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kegiatan bertajuk “Menatap Masa Depan Ekonomi Biru & Lumbung Ikan Nasional dalam Asta Cita” berlangsung di Sahid Vanilla Nagoya Hotel, Batam, pada Rabu (28/10/2026) dengan mengusung semangat #2TahunGerakNyata. Sekitar 60 peserta dari kalangan mahasiswa, masyarakat, insan media, dan pemuda hadir dalam diskusi yang menghadirkan Ketua GGMI Batam M. Ghoji Alghifari Lubis dan Pengamat Politik Universitas Batam Fendi Hidayat sebagai narasumber.
🗣️ Peran Aktif Milenial untuk Pembangunan Maritim
Ketua GGMI Batam, M. Ghoji Alghifari Lubis, menyampaikan bahwa momentum dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran sekaligus peringatan Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda untuk berperan aktif membangun bangsa, khususnya mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan di wilayah Kepulauan Riau.
“Generasi milenial harus berperan aktif dalam mendukung program pembangunan pemerintahan Prabowo melalui gagasan, inovasi, kewirausahaan, dan partisipasi masyarakat.”
Menurut Ghoji, keberhasilan pengembangan ekonomi biru dan Lumbung Ikan Nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat luas. Generasi muda dapat mengambil peran konkret melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, inovasi pengolahan hasil laut, serta melakukan pengawasan yang konstruktif terhadap pelaksanaan program pemerintah.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat — termasuk generasi milenial yang memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi dan kewirausahaan.”
🗣️ Sinergi Semua Pihak Kunci Keberhasilan Ekonomi Biru
Pengamat Politik Universitas Batam, Fendi Hidayat, menilai Kepulauan Riau memiliki posisi sangat strategis untuk mengembangkan ekonomi biru, mengingat karakteristik wilayahnya yang merupakan provinsi kepulauan dengan kekayaan laut yang melimpah. Potensi tersebut mencakup perikanan tangkap, budi daya laut, pengolahan hasil perikanan, serta perdagangan dan konektivitas maritim antarwilayah.
“Pengembangan ekonomi biru dan Lumbung Ikan Nasional membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, nelayan, koperasi, serta masyarakat pesisir. Kolaborasi tersebut penting agar potensi maritim Kepulauan Riau dapat dikelola secara produktif, inklusif, dan berkelanjutan.”
Fendi menjelaskan, ekonomi biru bukan sekadar memanfaatkan sumber daya laut untuk keuntungan ekonomi, tetapi juga mencakup pelestarian lingkungan, penciptaan lapangan kerja layak, peningkatan nilai tambah produk, serta penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam konteks Lumbung Ikan Nasional, ia menekankan pentingnya membangun sistem perikanan terintegrasi — mulai dari produksi, pendaratan ikan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi ke berbagai wilayah. Ketersediaan pelabuhan perikanan, fasilitas cold storage, jaringan distribusi antarpulau, dan industri pengolahan hasil laut menjadi kunci agar hasil laut tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, melainkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Dengan infrastruktur dan tata kelola yang memadai, hasil laut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, bukan hanya dijual sebagai komoditas mentah. Upaya tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat pesisir.”
Pengembangan sektor ini pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan nelayan, memperluas kesempatan usaha bagi UMKM, serta memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional — dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
📌 Penutup
Melalui diskusi ini, GGMI Batam berharap momentum Sumpah Pemuda menjadi titik tolak peran aktif generasi muda dalam mewujudkan ekonomi biru yang berkelanjutan. Pengembangan sektor ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, serta memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045, ( Hndra)












Komentar