
Liputankhusus.com l Muara Enim – Polemik dugaan kandungan daging babi (B2) pada bakso yang dijual di Warung Bakso Perdana, Desa Tebat Agung Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kembali menjadi perhatian setelah hasil pemeriksaan laboratorium kedua menyatakan sampel bakso tersebut negatif DNA babi.
Berdasarkan dokumen Laporan Hasil Pengujian Identifikasi Spesies (Babi) dengan metode PCR yang diterbitkan Balai Veteriner Lampung, pengujian dilakukan pada 15 Oktober 2026. Dalam laporan tersebut, sampel bakso milik Teguh yang berasal dari Desa Tebat Agung tercatat memperoleh hasil negatif, dengan nilai 0 bp.
Hasil tersebut menjadi perkembangan penting dalam polemik yang sebelumnya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi pelanggan Warung Bakso Perdana.
Penyampaian hasil pemeriksaan kedua itu dilakukan dalam kegiatan konferensi pers yang dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Muara Enim, Kepala Desa Tebat Agung, Riswandi, SH., NLP, perwakilan dari pemilik warung Teguh pamannya yang mana yang bersangkutan lagi menemani ibunya di rumah sakit, serta unsur kepolisian polsek Rambang Dangku dan pelaku usaha.
Kepala Desa Tebat Agung menyampaikan bahwa polemik yang berkembang sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap hasil pemeriksaan terbaru dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat dalam menyikapi persoalan tersebut.

Menurut Kades, bakso yang dijual Teguh selama ini disebut menggunakan daging ayam dan sapi yang digiling di salah satu tempat penggilingan di wilayah Kota Prabumulih.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel kedua yang dikeluarkan pada 15 Oktober 2026, sampel bakso tersebut dinyatakan negatif B2. Kami berharap masyarakat dapat menyikapi hasil ini dengan bijak dan mengacu pada informasi resmi dari instansi berwenang,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Muara Enim, Selamet Mulyono, turut menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sampel kedua menunjukkan hasil negatif DNA babi.
Ia juga menyinggung polemik yang berkembang setelah beredarnya informasi mengenai hasil pemeriksaan sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keresahan yang timbul selama persoalan berlangsung.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar mengacu pada hasil pemeriksaan resmi dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi yang lengkap.
Untuk selanjutnya akan melakukan pembinaan dan akan membekali legalitas seperti NIB juga lainnya. Pihaknya juga akan memberikan tali asi sebagai bentuk perhatian kepada pihak korban, dan juga akan melakukan makan bakso bersama, tukasnya.
Kapolsek Rambang dangku, AKP Bambang melaui Babinkamtibmas juga mengimbau masyarakat agar menyikapi persoalan tersebut secara bijaksana. Ia menegaskan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menyikapi persoalan ini dengan bijak, tidak membangun asumsi yang dapat memperkeruh keadaan, serta mengedepankan informasi berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah disampaikan,” tegasnya.
Di sisi lain, pemilik Warung Bakso Perdana Udin (paman Teguh), mengaku lega setelah mengetahui hasil pemeriksaan sampel kedua dinyatakan negatif DNA babi.
Ia mengatakan bahwa selama ini dirinya berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan berharap masyarakat dapat menilai persoalan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang tersedia.
“Kami merasa lega dengan hasil pemeriksaan kedua ini. Kami berjualan untuk mencari nafkah bagi keluarga dan berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Udin.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan apabila polemik yang berkembang selama ini menimbulkan ketidaknyamanan.
“Kami memohon maaf kepada para pelanggan apabila persoalan ini menimbulkan ketidaknyamanan. Kami berharap kepercayaan masyarakat nama baiknya dapat pulih dan usaha kami bisa kembali berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Dengan adanya hasil pengujian laboratorium kedua yang menyatakan sampel bakso negatif DNA babi, masyarakat diharapkan dapat menyikapi perkembangan tersebut secara proporsional dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Adapun hasil laboratorium tersebut secara khusus menjelaskan hasil pengujian terhadap sampel yang diperiksa. Karena itu, penyampaian informasi kepada masyarakat tetap perlu mengacu pada dokumen resmi dan keterangan instansi berwenang guna menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.











Komentar