KOTA SOLOK.SUMATERA BARAT.LIPUTANKHUSUS.COM – Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan masjid di Kota Solok terus diperkuat. Pemerintah Kota Solok menggelar Workshop Pengelolaan Masjid Menuju Masjid Paripurna dengan menghadirkan pengalaman pengelolaan dari Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Premiere Syariah Hotel Kota Solok tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril, dan dibuka langsung oleh Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, didampingi Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal.

Workshop ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus pembelajaran bagi pengurus masjid untuk membangun tata kelola rumah ibadah yang lebih terorganisasi, memiliki program jelas, dan mampu menjawab kebutuhan jamaah.
Dua narasumber dari masjid yang menjadi rujukan pengembangan kegiatan keumatan tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif baru tentang bagaimana masjid dikelola bukan hanya untuk kepentingan ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan pendidikan masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pembinaan dan pengembangan kehidupan keagamaan di Kota Solok.
Menurutnya, keberhasilan memakmurkan masjid membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, Kementerian Agama, pengurus masjid, dan masyarakat harus berjalan seiring agar berbagai program keagamaan dapat terlaksana secara berkesinambungan.
Kota Solok memiliki 86 masjid yang menjadi potensi penting dalam membangun kehidupan religius masyarakat.
Potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi, menyusun kegiatan, serta memberikan pelayanan kepada jamaah.
Tidak kalah penting, masjid juga diharapkan mengambil peran lebih besar dalam membina generasi muda, terutama meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Pembinaan sejak dini menjadi salah satu upaya membangun generasi yang memiliki landasan keagamaan kuat.
Pengalaman Masjid Jogokariyan dan Masjid Sejuta Pemuda menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan kegiatan yang lebih kreatif, melibatkan anak muda, serta menjadikan masjid sebagai tempat yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Solok berharap terbangun kesamaan langkah antara pemerintah daerah dan seluruh pengurus masjid dalam meningkatkan kualitas pengelolaan 86 masjid yang ada di Kota Solok.
Tantangan ke depan bukan sekadar memperindah bangunan masjid, melainkan bagaimana menghidupkan aktivitasnya, memperkuat peran jamaah, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan seluruh elemen masyarakat, cita-cita menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pemberdayaan umat di Kota Solok diharapkan semakin mendekati kenyataan.( Yef)













Komentar