Festival Budaya Paninggahan Jangan Sekadar Seremonial, Wabup Candra Dorong Jadi Agenda Tahunan

Redaksi

Minggu, 1 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN SOLOK, SUMATERA BARAT. LIPUTANKHUSUS.COM – Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., menginginkan Festival Seni Budaya Nagari Paninggahan tidak hanya ramai saat pelaksanaan, tetapi mampu menjadi kegiatan rutin yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Pesan tersebut disampaikan Candra ketika menghadiri Festival Seni Budaya Nagari Paninggahan, Jumat (30/10/2026).

Festival yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2026, dinilainya sebagai momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam mempertahankan seni dan tradisi Minangkabau.

 

Menurut Candra, sebuah nagari tidak hanya dikenal dari pembangunan fisik maupun kemajuan ekonominya. Kekayaan adat, kesenian, dan budaya juga merupakan identitas yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.

Ia berharap pemerintah nagari bersama seluruh unsur masyarakat dapat menjadikan festival tersebut sebagai program berkelanjutan. Dengan demikian, generasi muda memiliki ruang untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengembangkan kesenian tradisional yang diwariskan para pendahulu.

Kehadiran Wakil Bupati bersama Ketua GOW Kabupaten Solok, Ny. Lian Oktavia Candra, dan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Solok, Nazar Bakri, mendapat sambutan dari unsur pemerintahan kecamatan dan nagari, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta mahasiswa dan mahasiswi asal Paninggahan.

Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan menampilkan tarian khas Nagari Paninggahan serta atraksi Silat Harimau Gagoan. Pertunjukan tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat setempat masih memiliki kepedulian terhadap keberadaan seni tradisional.

Bagi Candra, penampilan anak nagari itu merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Sebab, seni tradisional bukan semata-mata tontonan, melainkan juga sarana membentuk karakter, melatih kedisiplinan, menumbuhkan keberanian, dan memperkuat rasa kebersamaan.

Hal lain yang mendapat perhatian adalah keterlibatan para perantau. Candra mengapresiasi dukungan masyarakat Paninggahan di perantauan yang ikut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, hubungan antara kampung halaman dan rantau merupakan modal sosial yang sangat berharga. Apabila kebersamaan itu terus dipelihara, berbagai program pembangunan dan pelestarian budaya nagari akan lebih mudah diwujudkan.

Festival ini sekaligus menjadi kesempatan mempertemukan berbagai generasi masyarakat Paninggahan. Tokoh adat, generasi muda, mahasiswa, dan perantau dapat saling bertukar gagasan demi menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memikirkan masa depan nagari.

Dalam arahannya, Candra juga mengingatkan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki pegangan hidup yang kuat melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Prinsip tersebut hendaknya tidak hanya menjadi semboyan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seimbang. Kemajuan infrastruktur dan ekonomi perlu diiringi dengan penguatan nilai adat, agama, pendidikan karakter, serta pelestarian kebudayaan.
Tidak hanya itu, potensi festival juga dapat dikembangkan untuk memperkenalkan kekayaan Nagari Paninggahan kepada masyarakat yang lebih luas. Seni pertunjukan, kuliner tradisional, sejarah, dan kearifan lokal berpeluang menjadi daya tarik bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata nagari.

Karena itu, keberlanjutan festival membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah nagari, masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan perantau perlu membangun kerja sama agar kegiatan tersebut tidak berhenti setelah panggung pertunjukan dibongkar.
Dorongan Wakil Bupati Solok tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebudayaan merupakan investasi jangka panjang. Festival Seni Budaya Nagari Paninggahan diharapkan tumbuh menjadi tradisi tahunan yang memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga jati diri nagari bagi generasi yang akan datang.( Yef)

Berita Terkait

SEMARAK FAMILY GATHERING SABILUL HAQ KOTA SOLOK BATCH 4, KEGIATAN DIPUSATKAN DI SARI MANGGIS
Gubernur Mahyeldi dan Wabup Candra Dukung Festival Budaya Nagari Paninggahan, Ajak Masyarakat Rantau dan Kampung Bersatu
Gerak Cepat Dishub Kabupaten Solok di Bawah Kepemimpinan Muhammad Joni, Penerangan Lampu Jalan Jadi Prioritas.
Dr. Irnes Jakli Jabat Sekretaris Disdikpora Kabupaten Solok, Amanah Baru Menanti.
Bentengi Generasi Muda dari Dampak Negatif Digital, Wawako Suryadi Tekankan Peran Pramuka.
45 Pejabat Pemkab Solok Resmi Dilantik, Publik Menanti Bukti Kinerja Nyata
Tinjau Progres Bedah Rumah Dana Aspirasi Dewan, Wali Nagari Terpilih Lolo Pastikan Pembangunan Berjalan Baik
HUT ke-62 Partai Golkar, Mukhlis, S.H.: Politik Adalah Jalan Pengabdian, Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan
Berita ini 47 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:32 WIB

Festival Budaya Paninggahan Jangan Sekadar Seremonial, Wabup Candra Dorong Jadi Agenda Tahunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:06 WIB

SEMARAK FAMILY GATHERING SABILUL HAQ KOTA SOLOK BATCH 4, KEGIATAN DIPUSATKAN DI SARI MANGGIS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gubernur Mahyeldi dan Wabup Candra Dukung Festival Budaya Nagari Paninggahan, Ajak Masyarakat Rantau dan Kampung Bersatu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Gerak Cepat Dishub Kabupaten Solok di Bawah Kepemimpinan Muhammad Joni, Penerangan Lampu Jalan Jadi Prioritas.

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Dr. Irnes Jakli Jabat Sekretaris Disdikpora Kabupaten Solok, Amanah Baru Menanti.

Berita Terbaru