KOTA SOLOK, LIPUTANKHUSUS.COM — Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Solok, resmi membuka kegiatan Pesta Siaga Kwarcab Pramuka Kota Solok Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka, Ampang Kualo, Kota Solok, Sabtu (24/10/2026).
Dalam sambutannya, Suryadi menegaskan bahwa anak-anak Pramuka Siaga merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kota Solok dan Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan kepramukaan sejak usia dini harus menjadi bagian penting dalam membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kemandirian dan kepedulian sosial.
Menurutnya, derasnya arus keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan besar dalam pembentukan karakter anak. Kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tetapi harus diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat agar generasi muda tidak kehilangan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Di tengah derasnya era keterbukaan informasi dan dunia yang serba digital saat ini, tantangan pembentukan karakter anak menjadi sangat kompleks. Jika tidak diimbangi dengan benteng karakter yang kokoh, anak-anak kita bisa kehilangan kemandirian, berkurangnya empati, hingga tergerusnya jiwa kebersamaan, persatuan, dan kepedulian antarsesama,” tegas Suryadi.
Ia menjelaskan, Pesta Siaga bukan sekadar kegiatan bermain dan berkumpul, melainkan sarana pendidikan yang menyenangkan untuk menanamkan nilai-nilai Dwisatya dan Dwidarma sebagai pedoman dasar bagi Pramuka Siaga.
Melalui berbagai aktivitas dalam kegiatan tersebut, anak-anak dilatih untuk mandiri, bekerja sama dalam barung, membangun komunikasi, serta bersosialisasi secara langsung. Proses ini diharapkan mampu membentuk generasi yang percaya diri, disiplin, dan memiliki karakter kuat dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Di sinilah tempat anak-anak kita belajar mandiri, bekerja sama dalam barung, bersosialisasi secara nyata, serta membentuk karakter unggul yang tidak bisa digantikan oleh layar gawai,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya pendidikan karakter, Suryadi juga mengingatkan peserta, panitia, dan para pembina Pramuka untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama kegiatan berlangsung. Ia menyoroti kondisi cuaca dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kota Solok.
Ia mengimbau seluruh peserta dan panitia agar mematuhi prosedur kesehatan yang berlaku, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memperbanyak minum air putih untuk menjaga stamina.
Menurutnya, kesehatan dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Ia berharap seluruh rangkaian Pesta Siaga dapat berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta.
Pada kesempatan tersebut, Suryadi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia pelaksana, para pelatih, andalan senior, serta kader-kader muda Pramuka yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut.
Ia menilai, penyelenggaraan Pesta Siaga Tahun 2026 merupakan hasil kerja sama, dedikasi, kreativitas, dan inovasi berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap kemajuan Gerakan Pramuka di Kota Solok.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, kader-kader muda di bawah pembinaan para pelatih dan andalan senior. Terima kasih atas ide, gagasan, serta inovasi kegiatan yang telah disumbangkan demi kemajuan Gerakan Pramuka di Kota Solok,” ungkapnya.
Suryadi turut menyampaikan terima kasih kepada para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok atas dukungan yang diberikan kepada Gerakan Pramuka.
Ia berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga Gerakan Pramuka semakin berperan dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, berkarakter, menjunjung tinggi persatuan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pesta Siaga Kwarcab Pramuka Kota Solok Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter sejak dini sekaligus membentengi generasi muda dari dampak negatif perkembangan digital melalui penanaman nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.( Yef)













Komentar