PEKERJA JATUH DARI KETINGGIAN 7 METER DI PROYEK MASJID SAHARA, PENGAWASAN DIPERTANYAKAN
KOTA SOLOK.Liputan Khusus. Com — Lanjutan pembangunan sarana ibadah Masjid Sahara di kawasan Terminal Lama Kota Solok kembali menjadi sorotan setelah seorang pekerja, Eri Kustiadi, mengalami kecelakaan kerja akibat terjatuh dari ketinggian sekitar tujuh meter saat melaksanakan pekerjaan di bagian belakang bangunan, Senin (27/9/2026).
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Eri terjatuh ketika sedang melakukan pekerjaan persiapan dinding yang akan diplester. Beruntung, tubuh korban tidak langsung menghantam tanah karena terjatuh ke bagian bak yang berada di bawah lokasi kerja. Namun, insiden tersebut tetap menunjukkan adanya risiko keselamatan kerja yang sangat tinggi pada proyek pembangunan tersebut.

Sejumlah kondisi di lokasi juga menjadi perhatian. Dari pantauan di lapangan, pekerja disebut tidak terlihat menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap, termasuk alat pengaman yang dapat mencegah pekerja terjatuh dari ketinggian.
Selain itu, konstruksi tempat berpijak yang digunakan pekerja di bagian bangunan juga dipertanyakan keamanannya.
Beberapa bagian terlihat menggunakan material kayu berukuran relatif kecil yang disambungkan dengan paku. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai standar keamanan kerja yang diterapkan pada proyek pembangunan sarana ibadah tersebut.
Kecelakaan kali ini juga bukan disebut sebagai kejadian pertama.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pada pembangunan tahap sebelumnya sekitar dua tahun lalu juga pernah terjadi kecelakaan yang melibatkan pekerja. Jika informasi tersebut benar, maka kejadian terbaru semestinya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan.
Ironisnya, Eri Kustiadi disebut baru beberapa hari bekerja di lokasi proyek sebelum mengalami kecelakaan.
Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pekerja mendapatkan pembekalan keselamatan kerja dan apakah prosedur keselamatan telah diterapkan sebelum pekerjaan pada ketinggian dilakukan.
Proyek pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah tentu tidak hanya dituntut selesai secara fisik, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan tenaga kerja. Karena itu, keberadaan pengawasan dari pihak pelaksana, pengawas pekerjaan, serta pejabat terkait menjadi hal penting untuk memastikan seluruh ketentuan keselamatan kerja dipenuhi.
Pertanyaan publik kini tertuju kepada pihak rekanan dan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR selaku pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan.
Apakah perlengkapan keselamatan kerja telah diwajibkan dan disediakan?
Apakah pekerja telah diberikan standar keselamatan untuk bekerja pada ketinggian?
Dan bagaimana pengawasan terhadap penerapan keselamatan kerja di lapangan?
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana atau rekanan belum memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan tersebut.
Konfirmasi juga masih diperlukan dari pihak PUPR, termasuk pejabat yang bertanggung jawab terhadap kegiatan, guna menjelaskan mekanisme pengawasan dan penerapan standar keselamatan kerja pada proyek tersebut.
Peristiwa ini hendaknya menjadi evaluasi bersama. Pembangunan sarana ibadah memang penting, tetapi keselamatan manusia yang mengerjakannya tidak boleh ditempatkan sebagai persoalan yang datang belakangan.
Publik berhak mengetahui apakah seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai ketentuan, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang pada tahapan pembangunan berikutnya.











Komentar