Desa Kire Jadi Laboratorium Inovasi Mateng, Wabup Askary: Anggaran Efisien Harus Picu Kreativitas

Jamaluddin Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sambutan Wabup Mateng, Dr. H Askary Anwar

Sambutan Wabup Mateng, Dr. H Askary Anwar

MAMUJU TENGAH, LIPUTANKHUSUS.COM – Di tengah keterbatasan anggaran, Desa Kire, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar),
justru tampil sebagai contoh bagaimana perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Inovasi desa ini pun mendapat perhatian langsung Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar.
Wabup Askary menegaskan bahwa pembangunan desa harus terintegrasi dan menyentuh wilayah pesisir. Ia mendorong penuntasan buta aksara sebagai prioritas.
“Efisiensi anggaran jangan dijadikan alasan untuk tidak berinovasi. Justru efisiensi harus memicu kreativitas. Kami di kabupaten mengembangkan kampung budidaya perikanan dan literasi anak pesisir, dan Desa Kire adalah contoh implementasinya,” ujar Dr. Askary Anwar.
Desa Kire memulai langkahnya melalui program Kampung Duta Aksi. Rumah belajar disiapkan di setiap kampung. Anak putus sekolah direkrut kembali, sementara warga dewasa yang buta huruf diajar calistung (baca-tulis-hitung).
Selain itu, Desa Kire juga menetapkan diri sebagai kampung bebas asap rokok, sebuah kebijakan yang tergolong berani.
Kades Kire, Irham M.S., menetapkan setiap rumah dilarang memiliki asap rokok demi kesehatan, namun asap dapur untuk memasak tetap diperbolehkan. Kebijakan ini mengantarkan Desa Kire meraih penghargaan hingga tingkat nasional.
Dari sisi ekonomi, warga didorong bersedekah minimal Rp1.000 sebelum keluar rumah melalui BAZNAS. Hasilnya digunakan untuk membantu warga miskin. Desa Kire bersama BAZNAS juga membangun unit pengolahan kelapa menjadi santan. Inovasi inimemberdayakan ibu-ibu dan membuka lapangan kerja.
Sementara itu, melalui PKK, setiap rumah didorong menanam sayur dan tanaman obat keluarga (TOGA) dengan bibit yang disiapkan desa.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr Askary Anwar menandatangani berita acara kampung Duta Aksi

 

Kepala Desa Kire, Irham M.S., menargetkan nol buta aksara di desanya.
“Target kami, ke depannya tidak ada lagi warga Desa Kire yang tidak bisa membaca dan berhitung,” tegasnya. Sabtu (24/10/2026)
Model Desa Kire membuktikan integrasi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan dapat berjalan bersama. Jika konsisten, model ini layak direplikasi secara nasional. (*)
Editor : Jamal MT | Liputan Khusus

Berita Terkait

OPINI: Mau Sebut Saya “Dalang”? Silakan! Mahasiswa Memang Harus Bergerak
Menjaga Marwah Bumi Tambun Bungai: Kepemimpinan Berakar Tradisi, Melangkah Menuju Masa Depan
Polemik Penjaringan Perangkat Desa Memanas: Pelapor Belum Mampu Buktikan Dugaan Pelanggaran
Dugaan Kejanggalan Dapodik TK Tunas Ceria Soi’iwa: Jumlah Guru Gemuk Tapi Siswa Minim, Operator Berdalih Hanya Cari Pengalaman Kerja
​Mengapa Aksi Mahasiswa Kalteng di Kantor Gubernur Adalah Ujian Nyata Demokrasi Kalteng
Gubernur Sulteng Bentuk Satgas Terpadu Optimalkan PAD dari Industri Morowali dan Morowali Utara
Bapenda Sulteng Gelar Pemutihan Pajak 100 Persen, Bayar Cukup 1 Tahun Periode 2026-2027
Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bekali Pelaku IRTP Standar Keamanan Pangan
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Desa Kire Jadi Laboratorium Inovasi Mateng, Wabup Askary: Anggaran Efisien Harus Picu Kreativitas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:13 WIB

OPINI: Mau Sebut Saya “Dalang”? Silakan! Mahasiswa Memang Harus Bergerak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:12 WIB

Menjaga Marwah Bumi Tambun Bungai: Kepemimpinan Berakar Tradisi, Melangkah Menuju Masa Depan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:10 WIB

Polemik Penjaringan Perangkat Desa Memanas: Pelapor Belum Mampu Buktikan Dugaan Pelanggaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Dugaan Kejanggalan Dapodik TK Tunas Ceria Soi’iwa: Jumlah Guru Gemuk Tapi Siswa Minim, Operator Berdalih Hanya Cari Pengalaman Kerja

Berita Terbaru