
Hadirin sekalian, rekan-rekan perjuangan, dan seluruh warga yang kami cintai,
Hari ini kami berdiri di sini bukan tanpa alasan. Kami berdiri di sini untuk menyuarakan kebenaran yang selama ini tertutup rapat.
Sejak tahun 2005, tanah yang menjadi sumber kehidupan kami telah di bawah penguasaan PTPN III. Sudah lebih dari dua puluh tahun berlalu. Rekan-rekan kami yang berjuang sejak awal sudah ada yang tutup usia tanpa pernah mendapatkan kejelasan yang layak. Mereka pergi dengan membawa harapan yang tak kunjung terpenuhi.
Kami telah berulang kali mendatangi PTPN IV Regional 1, Kecamatan Setia Lauk, Kabupaten Asahan. Kami menyampaikan keluhuan, kami meminta keadilan. Namun apa yang kami temukan? Jawaban yang tidak memuaskan. Pihak PTPN seolah menutup mata dan telinga, seolah-olah nasib kami bukan tanggung jawab mereka.
Kami menyadari situasi ini membutuhkan ketegasan. Proses ini telah berlangsung lama, dan kami berharap kehadiran Polsek Medan Sunggal serta Poltabes Medan yang telah mendampingi proses ini dapat membantu menjaga ketertiban sekaligus mendesak agar pihak-pihak terkait segera duduk bersama mencari solusi yang adil. Kehadiran aparat penegak hukum seharusnya melindungi hak-hak warga, bukan sekadar mengamankan situasi semata.
Kami tidak meminta yang berlebihan. Kami hanya meminta kejelasan status lahan, kejelasan tanggung jawab, dan perlakuan yang manusiawi. Kami tidak ingin generasi berikutnya harus terus menderita karena masalah yang seharusnya sudah diselesaikan sejak lama.
Kami tetap membuka pintu dialog. Kami siap duduk bersama pihak manajemen PTPN III dan PTPN IV Regional 1. Namun jika diabaikan lagi, kami tidak akan diam. Suara kami akan terus bergema sampai keadilan benar-benar terwujud.
Kepada seluruh pihak yang terlibat, pikirlah nasib kami. Jangan biarkan pengorbanan rekan-rekan kami yang telah tiada sia-sia. Selesaikanlah ini dengan hati nurani dan rasa tanggung jawab.
Terima kasih. Semoga kebenaran selalu di pihak kita.
penulis tim liputankhusus











Komentar