Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SD, Polisi Lakukan Autopsi dan Periksa Sejumlah Saksi

Sabtu, 3 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, Liputankhusus.com — Polres Pemalang masih mendalami kasus meninggalnya seorang pelajar sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten Pemalang.

Hingga Jumat, 2 Oktober 2026, penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa serta memastikan penyebab kematian korban.

Dalam proses pendalaman tersebut, polisi telah meminta keterangan dari keluarga korban dan sejumlah saksi. Penyidik juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi medis yang diperlukan dalam penyelidikan.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana melalui Kasat Reskrim AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai peristiwa yang terjadi.

“Kami telah meminta keterangan dari keluarga korban dan saksi-saksi, serta melakukan autopsi pada jenazah anak korban untuk mengetahui penyebab kematian anak korban,” kata AKP M. Faizal.

Polisi juga mencermati beredarnya sejumlah informasi di media sosial yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain informasi yang belum terverifikasi, beredar pula foto anak yang disebut-sebut berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk anak yang diduga sebagai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Kasat Reskrim mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi.

Polisi juga meminta masyarakat menghormati perlindungan identitas anak dengan tidak menyebarkan foto maupun informasi pribadi anak yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami mohon masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya dan tidak menyebarluaskan foto anak di bawah umur, baik yang diduga sebagai anak korban maupun ABH,” tegasnya.

Polres Pemalang menegaskan, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban dan akan terus mendalami setiap informasi serta keterangan yang diperoleh dalam proses penyidikan.

Berita Terkait

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Minta PT Intim Abadi Persada Tunda Penggusuran 17 KK di LIK Tondo Palu
Atensi Presiden Prabowo, 249 Personel Gabungan Gerebek Kampung Narkoba di Tatanga Palu
Wabup Iriane Iliyas Pimpin Rakor Forkopimda Morowali, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kawasan Industri Strategis Nasional
Oknum Diduga Suruhan PT Karya Inti Tani Ancam Warga Pakai Sajam di Tulang Bawang, Warga Trauma
DPW LSM “GEBRAK” SULESEL BUKAN KARENA KEBENCIAN ATAU MENCARI-CARI KESALAHAN PEMIMPIN NAMUN MENGUTAMAKAN ETIKA, LEGOWO DAN KEBESAMAN JIWA DALAM BERNEGARA
Dandim 1311/Morowali Tegaskan TNI Hadir Jaga Kondusivitas, Forkopimda Tampung Aspirasi Warga Matarape
Pemkab Solok Evaluasi Penanganan Bencana, OPD Diminta Perkuat Aksi Nyata.
Bantuan di Rumah Dinas Bupati Bukan Persoalan, Jefrizal: Jangan Menilai Sebelum Mengetahui Fakta Lapangan.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:27 WIB

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Minta PT Intim Abadi Persada Tunda Penggusuran 17 KK di LIK Tondo Palu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Atensi Presiden Prabowo, 249 Personel Gabungan Gerebek Kampung Narkoba di Tatanga Palu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Wabup Iriane Iliyas Pimpin Rakor Forkopimda Morowali, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kawasan Industri Strategis Nasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:58 WIB

Oknum Diduga Suruhan PT Karya Inti Tani Ancam Warga Pakai Sajam di Tulang Bawang, Warga Trauma

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:11 WIB

DPW LSM “GEBRAK” SULESEL BUKAN KARENA KEBENCIAN ATAU MENCARI-CARI KESALAHAN PEMIMPIN NAMUN MENGUTAMAKAN ETIKA, LEGOWO DAN KEBESAMAN JIWA DALAM BERNEGARA

Berita Terbaru