Puncak Gunung Es Krisis Manajemen: Di Balik Lumpuhnya Puskesmas Lasi Agam dan Bocornya 15 Tuntutan Pegawai

Muhakim

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pasien terlantar di ruang tunggu UPTD Puskesmas Lasi yang lumpuh total akibat aksi mogok 21 petugas medis dan bocornya 15 tuntutan pegawai, Selasa,(3/11/2026) (Foto: Ilustrasi LK)

Ilustrasi: Pasien terlantar di ruang tunggu UPTD Puskesmas Lasi yang lumpuh total akibat aksi mogok 21 petugas medis dan bocornya 15 tuntutan pegawai, Selasa,(3/11/2026) (Foto: Ilustrasi LK)

Agam (SUMBAR), LK — Kasus lumpuh totalnya pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, pada Selasa,(3/11/2026) lalu, kini memasuki babak baru. Aksi mogok kerja massal yang sempat membuat puluhan pasien telantar tersebut ternyata bukan sekadar miskomunikasi biasa. Aksi tersebut merupakan puncak dari gunung es krisis tata kelola manajemen internal yang sudah berlangsung lama.

Kronologi insiden bermula saat 21 petugas medis yang dijadwalkan piket pagi kompak menghilang dari ruang pelayanan hingga pukul 09.30 WIB. Meski tercatat telah mengisi daftar hadir elektronik, petugas membiarkan loket pendaftaran dan poli pemeriksaan kosong tanpa petugas. Kepala UPTD Puskesmas Lasi, Rita Oktavia, saat kejadian mengaku kecolongan dan tidak mengetahui adanya gerakan protes spontan dari bawahannya tersebut.

Lumpuhnya fasilitas publik ini memicu respons cepat dari Bupati Agam Benni Warlis. Bupati langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi bersama jajaran Dinas Kesehatan untuk mengambil langkah darurat guna memulihkan pelayanan masyarakat.

Surat Mosi Tidak Percaya dan Dokumen 15 Tuntutan Bocor ke Publik

Perkembangan terbaru pasca-kejadian membuka fakta mengejutkan. Aksi mogok massal tersebut muncul karena rasa frustrasi para pegawai. Aduan mereka tidak kunjung mendapat respons. Anggota DPRD Kabupaten Agam, Ais Bakhri, mengungkapkan bahwa perwakilan staf medis Puskesmas Lasi sebenarnya telah melayangkan dokumen aspirasi tertulis berisi 15 poin tuntutan. Dokumen tersebut masuk kepada Komisi IV DPRD Kabupaten Agam sejak 9 Oktober 2026. Waktu tersebut hampir sebulan sebelum aksi mogok terjadi.

Berdasarkan investigasi dokumen yang bocor, konflik internal ini berakar pada tiga permasalahan krusial.

Dugaan Hilangnya Hak Jasa Medis dan Beban Kerja Ekstrem

Pegawai menilai sistem pembagian dan formula perhitungan jasa pelayanan medis oleh manajemen tidak transparan. Sistem tersebut juga dianggap melabrak Peraturan Bupati Agam Nomor 21 Tahun 2022. Bahkan, muncul dugaan adanya hak jasa medis pegawai yang tidak terbayarkan.

Pembatasan rekrutmen tenaga tambahan dengan alasan efisiensi anggaran BLUD membuat beban kerja staf medis melonjak tajam. Salah satu poin keluhan menyebutkan bahwa bidan desa mendapat paksaan ikut meng-cover jadwal piket malam di ruang UGD hingga 5 kali dalam sebulan.

Pegawai melayangkan mosi tidak percaya dan mendesak agar Kepala Puskesmas Lasi, Rita Oktavia, segera tercopot atau terpindahkan. Rita yang tercatat sudah menjabat selama kurang lebih tujuh tahun mendapat penilaian memimpin secara sewenang-wenang tanpa memberikan kepastian hukum yang jelas di internal organisasi.

Tindak Lanjut Dinkes dan Evaluasi Total DPRD

Menanggapi gejolak yang semakin memanas, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, menegaskan pihaknya bergerak cepat. Pihaknya mengagendakan pemanggilan resmi terhadap perwakilan pegawai serta jajaran manajemen UPTD Puskesmas Lasi. Pemanggilan ini bertujuan untuk melakukan klarifikasi berimbang dan evaluasi total terhadap tata kelola dana BLUD serta keharmonisan lingkungan kerja.

Di sisi lain, Komisi IV DPRD Kabupaten Agam memastikan akan mengawal penuh belasan poin tuntutan para tenaga medis tersebut. Lembaga legislatif menekankan perlunya reformasi birokrasi di tubuh Puskesmas Lasi agar hak-hak tenaga kesehatan terpenuhi dengan adil, sehingga mutu pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Canduang tidak kembali terkorbankan di masa mendatang.

Koresponden: Yulsa

Berita Terkait

23 Wali Nagari Kabupaten Solok Dilantik, Wagub Vasko Ruseimy Minta Rangkul Semua Masyarakat
Polres Padang Panjang Tegaskan Tak Tolerir Judi Online, Sejumlah Personel Dapat Teguran Soal Identitas
Membedah Penyadapan Presiden Prabowo: Perspektif Strategi Militer dan Perang Informasi
Resmi Dilantik, Wali Nagari Surian dan Lolo Terima Amanah Baru, Bupati Jon Firman Pandu: Menjadi Pemimpin Itu Menderita
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Tegaskan Komitmen Kemanusiaan di Haul ke-17 Tuan Guru Batak, Persatuan Bangsa Jadi Pesan Utama
Imigrasi Belawan Perkuat Garda Perang Narkoba! 1,16 Ton Ketamine Digagalkan, Sinergi Lintas Negara Makin Solid
KPPN Medan I Awards 2026 Jadi Panggung Prestasi, Imigrasi Belawan Tunjukkan Kinerja Berkelas
Imigrasi Belawan Tunjukkan Wajah Humanis, Komunikasi dengan Pendawa Sumut Jadi Momentum Kebersamaan
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:49 WIB

23 Wali Nagari Kabupaten Solok Dilantik, Wagub Vasko Ruseimy Minta Rangkul Semua Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 11:29 WIB

Puncak Gunung Es Krisis Manajemen: Di Balik Lumpuhnya Puskesmas Lasi Agam dan Bocornya 15 Tuntutan Pegawai

Kamis, 5 November 2026 - 10:04 WIB

Polres Padang Panjang Tegaskan Tak Tolerir Judi Online, Sejumlah Personel Dapat Teguran Soal Identitas

Kamis, 5 November 2026 - 09:29 WIB

Membedah Penyadapan Presiden Prabowo: Perspektif Strategi Militer dan Perang Informasi

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Resmi Dilantik, Wali Nagari Surian dan Lolo Terima Amanah Baru, Bupati Jon Firman Pandu: Menjadi Pemimpin Itu Menderita

Berita Terbaru