Ambon (Maluku) – LiputanKhusus.com – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi, kerukunan antarumat beragama, serta mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di kalangan generasi muda, Densus 88 Antiteror Polri bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salahutu menggelar dialog lintas agama yang berlangsung di SMA Negeri 39 Maluku Tengah, Negeri Waai, Kecamatan Salahutu.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Melalui dialog tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya intoleransi serta berbagai bentuk penyebaran paham radikal dan ekstremisme yang dapat mengancam keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Selain memberikan edukasi, dialog lintas agama ini juga menjadi ruang perjumpaan dan komunikasi antarpeserta untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun semangat persaudaraan. Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama sejak dini agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan semangat kebhinekaan.
Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Ustadz Muchsin Tawainella, S.E., dalam keterangannya menegaskan bahwa menjaga kerukunan antarumat beragama bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Menurutnya, perbedaan agama, keyakinan, dan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling membenci atau memecah belah persaudaraan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghargai.
Ia juga menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan pemahaman keagamaan yang moderat, wawasan kebangsaan, serta kemampuan menyaring informasi, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan ujaran kebencian maupun paham ekstremisme.
Melalui kegiatan dialog lintas agama ini, Densus 88 dan KUA Kecamatan Salahutu berharap para pelajar dapat menjadi pelopor perdamaian di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Semangat toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati diharapkan terus tumbuh sehingga wilayah Salahutu tetap menjadi ruang kehidupan yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keutuhan bangsa dapat dimulai dari lingkungan pendidikan, melalui penanaman nilai toleransi, penguatan karakter, serta komitmen bersama untuk menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.













Komentar