Liputankhusus.com, RIAU — Kondisi memprihatinkan menyelimuti proses kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Berdasarkan hasil investigasi di lapangan pada Rabu, 14 Oktober 2026, para siswa terpaksa harus menimba ilmu di luar ruang kelas karena bangunan utama sekolah sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan.
Dari dokumentasi foto dan video yang dihimpun, terlihat sejumlah murid terpaksa mengikuti pelajaran di bagian teras sekolah. Teras tersebut hanya beratapkan paranet hitam penahan panas seadanya, dengan fasilitas duduk berupa kursi plastik serta pembatas pagar kayu sederhana yang diikat menggunakan tali rafia.
Sementara itu, kondisi gedung utama sekolah mengalami kerusakan parah di berbagai titik. Kerusakan tersebut meliputi lantai kayu teras yang jebol dan miring, tiang penyangga beton yang retak serta keropos, tangga kayu yang patah, hingga dinding bangunan yang sudah mengelupas. Kondisi ini dinilai sangat mengancam keselamatan para siswa dan guru yang beraktivitas di lingkungan sekolah.
Ironisnya, di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya perhatian, pihak sekolah bersama masyarakat harus berjuang secara mandiri. Dua ruang lokal baru saat ini terpaksa dibangun menggunakan dana pribadi atau hasil iuran dari para guru SDN 011 Air Tawar, yang dipadukan dengan tenaga gotong royong secara sukarela dari masyarakat sekitar.
“Guru-guru patungan dari gaji mereka, masyarakat bantu tenaga. Kalau menunggu pemerintah, anak-anak mau belajar di mana?” ujar salah seorang warga Air Tawar saat ditemui di lokasi.
Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, pihak dewan guru bersama masyarakat setempat sangat berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Bupati Inhil, serta jajaran DPRD Inhil dapat segera turun tangan meninjau langsung lokasi sekolah. Mereka mendesak agar pemerintah segera mengagendakan rehabilitasi total demi mewujudkan fasilitas ruang kelas yang layak, aman, dan nyaman bagi masa depan anak-anak didik di wilayah tersebut.
Pewarta: Desmulyadi / Jamrani













Komentar