PALANGKA RAYA — Suasana di depan kantor pemerintahan di Palangka Raya tampak dipadati oleh ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat serta anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mengenakan atribut adat khas Dayak. Aksi unjuk rasa damai ini dimotori oleh Ormas Mangkok Merah Bersatu Kalimantan Tengah (Kalteng) guna menyuarakan berbagai persoalan mendesak, termasuk kondisi udara berbahaya akibat kabut asap.
Dalam orasinya, perwakilan massa secara tegas menyerukan agar Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng ditetapkan sebagai Bencana Nasional. Mengingat dampaknya yang masif terhadap kesehatan publik di tengah kepulan asap yang pekat, penanganan yang lebih komprehensif dari pemerintah pusat dinilai sangat krusial. Selain itu, massa juga menuntut adanya keterbukaan anggaran dari pemerintah dalam penanganan berbagai krisis di daerah.
Di tengah aksi yang berlangsung di bawah kabut asap tebal tersebut, kekecewaan mendalam dirasakan oleh para pengunjuk rasa. Hingga aksi berlangsung, baik Gubernur maupun Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng dilaporkan tidak ada yang berani keluar untuk menemui dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
Massa menyayangkan sikap para pejabat tinggi daerah tersebut yang dinilai enggan mendengarkan keluh kesah rakyatnya yang tengah menghirup udara berbahaya. Meski demikian, pihak Ormas Mangkok Merah Bersatu Kalteng tetap mendesak agar ruang dialog dibuka demi mencari solusi konkret atas permasalahan yang melanda Kalimantan Tengah.













Komentar