PALU – Sosoknya dikenal gagah, cerdas, sosial dan kharismatik. Empat indikator itu yang membuat nama Moh. Fauzan Adzima A. Hi. Yahya kerap menjadi perbincangan di kalangan analis politik Sulawesi Tengah.
Sejauh ini, sejumlah pintu diplomasi dan lobi-lobi politik disebut telah terbuka untuknya. Namun politisi yang akrab disapa MFA itu memilih untuk tetap membumi.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah periode 2024-2029 dari Partai Bulan Bintang (PBB) Dapil III Tolitoli-Buol tersebut dilantik pada 25 September 2024 bersama 54 anggota lainnya di Palu. Di tengah sorotan tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk menuntaskan amanah sebagai wakil rakyat terlebih dahulu.
“Saya ingin fokus menjalankan amanah sebagai wakil rakyat untuk menjadi penyambung lidah aspirasi masyarakat. Berbuat saja dulu dengan ikhlas tanpa tendensi, kalau memang pemilik semesta berkehendak, pasti akan ditunjukkan jalannya,” ujar Fauzan.
Pernyataan itu sejalan dengan rekam kerjanya di lapangan. Anggota DPRD dari Fraksi PBB ini dikenal rajin turun langsung menyerap aspirasi, salah satunya saat meninjau infrastruktur benteng penahan gelombang yang porak poranda di Pulau Pandan, Desa Sambujan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli.
“Sudah kewajiban saya sebagai wakil rakyat, untuk melihat keluhan masyarakat dan turun langsung ke lapangan,” kata MFA saat peninjauan tersebut.
Baginya, politik bukan soal manuver cepat, melainkan soal kehadiran. Di saat banyak politisi disibukkan membangun panggung menuju kontestasi berikutnya, Fauzan justru memilih membangun kepercayaan lewat kerja-kerja sosial dan legislasi yang menyentuh langsung kebutuhan warga pesisir, petani, dan generasi muda di Tolitoli-Buol.
Para analis menilai, karakter sosial dan kemampuan komunikasinya yang kharismatik menjadi modal kuat. Namun Fauzan sendiri tidak ingin larut dalam prediksi. Ia menilai, jabatan adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan, bukan alat untuk mengejar ambisi pribadi.
Dengan pendekatan yang kalem namun tegas, Fauzan Adzima kini menjadi salah satu figur muda di DPRD Sulteng yang dipandang memiliki prospek panjang. Bukan karena lobi-lobi di belakang layar, melainkan karena konsistensinya menjaga jarak yang dekat dengan rakyat yang memilihnya.












Komentar