Dugaan Kejanggalan Dapodik TK Tunas Ceria Soi’iwa: Jumlah Guru Gemuk Tapi Siswa Minim, Operator Berdalih Hanya Cari Pengalaman Kerja

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Niasbarat, 23-10-2026 liputankhusus.com — Dugaan ketidaksesuaian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada lembaga pendidikan anak usia dini TK Swasta Tunas Ceria Soi’iwa yang berlokasi di Desa Ambukha, Kecamatan Lolofitu Moi. Lembaga ini disinyalir menampung jumlah tenaga pendidik yang tidak proporsional jika dibandingkan dengan jumlah murid yang terdaftar.

Berdasarkan data dan aduan dari warga masyarakat setempat, muncul dugaan kuat bahwa nama-nama guru yang tercantum di dalam sistem Dapodik tidak selaras dengan aktivitas pengajaran faktual di lapangan. Warga mencurigai adanya nama guru yang terdata namun tidak aktif mengajar alias fiktif.

Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai akurasi data tersebut, operator PAUD/TK Swasta Tunas Ceria Soi’iwa, Juli Waruwu, membeberkan bahwa saat ini terdapat 9 orang tenaga pendidik yang mengasuh hanya 23 orang murid.

Ketika dikejar pertanyaan mengenai alasan mengapa jumlah tenaga pendidik begitu banyak (“gemuk”) untuk ukuran sebuah TK dengan jumlah siswa yang sangat sedikit, operator berdalih bahwa sistem pengajaran di tingkat TK berbeda dengan Sekolah Dasar (SD).

“Beda mengajarkan SD dengan anak TK bang. Jadi mereka juga di sana tidak dapat apa-apa, hanya mengambil pengalaman kerja karena mereka juga utamanya sebagai pegawai PAUD,” dalih Juli Waruwu melalui pesan singkat.

Lebih lanjut, Juli Waruwu juga mengklaim bahwa seluruh guru tersebut aktif mengajar dengan alasan adanya pembagian jadwal atau roster. Ia juga menyebutkan dari total 9 guru tersebut, terdapat 2 orang yang berasal dari luar Desa Ambukha dan sudah berstatus sarjana.

Meskipun operator berdalih para guru tersebut hanya “mencari pengalaman kerja” dan tidak mendapatkan insentif, rasio 1 guru berbanding kurang dari 3 murid (9 guru untuk 23 siswa) di sekolah swasta dinilai sangat tidak wajar. Hal ini memicu kecurigaan publik mengenai adanya motif lain di balik penginputan data guru yang gemuk tersebut ke dalam sistem Dapodik nasional.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak Dinas Pendidikan terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan verifikasi dan validasi faktual (verval) terhadap TK Swasta Tunas Ceria Soi’iwa agar tidak ada penyalahgunaan data kependidikan.(Deni Zega)

Berita Terkait

45 Pejabat Pemkab Solok Resmi Dilantik, Publik Menanti Bukti Kinerja Nyata
55 Tahun BP Batam: Investasi Tumbuh, Sudahkah Warga Merasakannya?
Narasi Provokatif Komisioner KPID Kalteng: Ketika Pengawas Media Justru Menjadi Sumber Kegaduhan Publik
Jangan Wariskan Dendam, Jangan Pelihara Prasangka: Siswanto Laoli Ingatkan Bahaya “Horo Nga’oto” di Ombolata Simenari
Desa Kire Jadi Laboratorium Inovasi Mateng, Wabup Askary: Anggaran Efisien Harus Picu Kreativitas
OPINI: Mau Sebut Saya “Dalang”? Silakan! Mahasiswa Memang Harus Bergerak
Menjaga Marwah Bumi Tambun Bungai: Kepemimpinan Berakar Tradisi, Melangkah Menuju Masa Depan
Polemik Penjaringan Perangkat Desa Memanas: Pelapor Belum Mampu Buktikan Dugaan Pelanggaran
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:46 WIB

45 Pejabat Pemkab Solok Resmi Dilantik, Publik Menanti Bukti Kinerja Nyata

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:34 WIB

55 Tahun BP Batam: Investasi Tumbuh, Sudahkah Warga Merasakannya?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Narasi Provokatif Komisioner KPID Kalteng: Ketika Pengawas Media Justru Menjadi Sumber Kegaduhan Publik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Jangan Wariskan Dendam, Jangan Pelihara Prasangka: Siswanto Laoli Ingatkan Bahaya “Horo Nga’oto” di Ombolata Simenari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Desa Kire Jadi Laboratorium Inovasi Mateng, Wabup Askary: Anggaran Efisien Harus Picu Kreativitas

Berita Terbaru