PANGKALPINANG,liputan khusus.com– Perkembangan sepak bola Kota Pangkalpinang kembali menjadi sorotan publik setelah tim sepak bola tuan rumah gagal melangkah ke babak semifinal dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung 2026.
“Padahal, para pemain telah menjalani persiapan dan latihan hampir lima bulan. Namun, hasil yang diharapkan belum tercapai. melawan Bangka Tengah skor 0-0 Tim sepak bola Pangkalpinang harus mengakui keunggulan PS Bangka dengan skor 0-2.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai arah pembinaan dan kinerja organisasi sepak bola di Kota Sabtu(7/11/2026)
Bukan hanya di Porprov, publik juga mempertanyakan perkembangan pembinaan sepak bola sejak ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga Porprov. Apakah sudah ada kemajuan signifikan dalam pembinaan dan pencapaian prestasi sepak bola Pangkalpinang?
Jangankan Prestasi, Pelepasan Kontingen Saja Dipertanyakan
Persoalan semakin menjadi sorotan ketika tidak adanya prosesi pelepasan resmi kontingen sepak bola Pangkalpinang sebelum mengikuti Porprov 2026.
Padahal, orang tua pemain sangat berharap dapat menyaksikan anak-anak mereka dilepas secara resmi bersama rekan-rekan satu tim, mengenakan seragam kontingen dan membawa nama baik Kota Pangkalpinang.
Bagi orang tua, momen tersebut bukan sekadar seremoni. Itu merupakan bentuk penghargaan dan kebanggaan atas perjuangan anak-anak mereka yang telah menjalani latihan selama berbulan-bulan.
Namun, harapan tersebut justru tidak terwujud. Kondisi ini sangat disayangkan karena atlet yang berjuang membawa nama daerah semestinya mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak.
Perlengkapan Kontingen Belum Diterima, Anggaran Dipertanyakan
Selain tidak adanya pelepasan, persoalan perlengkapan kontingen juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada awak media, sejumlah pemain disebut belum menerima perlengkapan kontingen yang diharapkan dapat digunakan selama kegiatan Porprov.
Alasan yang disampaikan berkaitan dengan persoalan ukuran baju pemain. Hal ini memunculkan pertanyaan, mengapa pendataan ukuran dan pengadaan perlengkapan tidak diselesaikan jauh sebelum pertandingan berlangsung?
Sementara itu, informasi yang diperoleh awak media menyebutkan bahwa dana kegiatan telah ditransfer kepada KONI. Karena itu, publik meminta penjelasan mengenai alokasi dan realisasi anggaran, khususnya untuk kebutuhan cabang olahraga sepak bola.
Apakah anggaran perlengkapan sudah direalisasikan? Siapa yang bertanggung jawab atas pengadaan dan pendistribusiannya? Mengapa masih muncul keluhan mengenai kebutuhan kontingen?
Seluruh pertanyaan tersebut perlu dijawab berdasarkan dokumen dan keterangan resmi pihak terkait.
Wali Kota Diminta Segera Evaluasi PSSI Kota Pangkalpinang
Melihat berbagai persoalan tersebut, awak media meminta Wali Kota Pangkalpinang agar mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan PSSI Kota Pangkalpinang.
Evaluasi harus mencakup:
– Program pembinaan sepak bola sejak Popda hingga Porprov.
– Proses seleksi dan kualitas pembinaan pemain.
– Kinerja pelatih serta jajaran asisten pelatih.
– Manajemen dan kesiapan kontingen.
– Pengadaan serta pendistribusian perlengkapan atlet.
– Transparansi dan pertanggungjawaban anggaran sepak bola.
Sepak bola Pangkalpinang mau dibawa ke mana jika dari Popda hingga Porprov persoalan prestasi dan dukungan terhadap atlet masih menjadi sorotan?
Jangan sampai para pemain muda dituntut membawa pulang prestasi, tetapi dukungan organisasi terhadap kebutuhan dan perjuangan mereka justru belum maksimal.
Publik Menuntut Keterbukaan, Bukan Sekadar Janji
Masyarakat meminta PSSI Kota Pangkalpinang bersama KONI dan Dispora memberikan penjelasan terbuka mengenai seluruh anggaran Porprov 2026 untuk cabang sepak bola.
Publik membutuhkan bukti pertanggungjawaban, bukan sekadar pernyataan. Setiap anggaran yang dialokasikan harus jelas peruntukan dan realisasinya.
Kini, masyarakat menunggu penjelasan dari pihak terkait. Jangan biarkan persoalan ini berlalu tanpa evaluasi dan pembenahan nyata.
Media liputankhasus.com meminta Wali Kota Pangkalpinang memberikan perhatian serius terhadap masa depan sepak bola daerah serta membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada PSSI Kota Pangkalpinang, pelatih, dan seluruh pihak terkait demi pemberitaan yang berimbang dan sesuai kode etik jurnalistik.
Team













Komentar