BENIYANTO TAMOREKA DUKUNG MENTERI ESDM OPTIMALISASI POTENSI MINYAK DALAM NEGERI UNTUK KURANGI IMPOR

Fadli palu sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ir. H. Beniyanto Tamoreka, S.T., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mengoptimalkan potensi minyak dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.

 

Beniyanto yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai Periode 2025–2030 menilai, strategi kemandirian energi yang dicanangkan pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dan harus dikawal bersama DPR.

 

Menurutnya, kondisi neraca migas nasional saat ini masih timpang. Konsumsi bensin diproyeksikan mencapai 40 juta kiloliter pada 2026–2027, sementara produksi dalam negeri baru 14,5 juta kiloliter. Kesenjangan inilah yang membuat impor masih tinggi.

 

“Kita tidak boleh terus bergantung pada impor produk BBM jadi. Potensi dalam negeri kita besar, dari sumur rakyat, lapangan idle, hingga eksplorasi baru. Ini harus dioptimalkan untuk ketahanan energi nasional,” ujar Beniyanto di Senayan, Selasa (21/10).

 

Beniyanto mendukung peta jalan yang disusun Kementerian ESDM yang menargetkan penghematan impor hingga 14 juta kiloliter melalui proyek RDMP Balikpapan dan kebijakan mandatory E10 dan E20.

 

Langkah tersebut sejalan dengan target Menteri Bahlil yang menargetkan RI hanya mengimpor minyak mentah pada akhir 2027, sementara produksi BBM RON 92, 95, dan 98 dilakukan di dalam negeri. Dalam Raker dengan Komisi XII, Menteri Bahlil menegaskan, “Untuk 2026, kita merancang supaya 2027 kita tidak lagi melakukan impor bensin yang RON 92, 95, dan 98”.

 

Selain optimalisasi kilang, Beniyanto juga mendorong percepatan eksplorasi. Pemerintah sendiri mengidentifikasi potensi produksi migas baru sebesar 2.500–3.000 barel per hari di sejumlah lapangan untuk mengurangi ketergantungan impor crude.

 

Sebagai anggota Komisi XII yang membidangi ESDM, Beniyanto menyampaikan 3 poin dukungan konkret:

 

1. Legalisasi dan Pembinaan Sumur Rakyat: Agar produksi masyarakat bisa masuk ke sistem resmi Pertamina dengan harga yang berkeadilan, sehingga bisa meningkatkan lifting nasional menuju target 1 juta BOPD.

 

2. Insentif Eksplorasi: Pemerintah perlu memberi kemudahan dan insentif fiskal untuk investor migas agar mau menggarap lapangan-lapangan marginal di wilayah Timur Indonesia, termasuk di Sulawesi.

 

3. Hilirisasi dan Bioetanol: Jangan sampai program mandatori etanol E10/E20 justru membuat kita impor etanol. Bahan baku harus dari dalam negeri, seperti singkong, tebu, dan jagung dari petani lokal.

 

“Optimisasi minyak dalam negeri bukan hanya soal menghemat devisa miliaran dolar, tapi soal membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM tambang daerah, dan menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat di Indonesia Timur. Komisi XII DPR RI akan mengawal penuh agar target bebas impor bensin akhir 2027 bisa tercapai,” pungkas Beniyanto.

Berita Terkait

KUNKER KE SOLOK, LISDA HENDRAJONI BAHAS RENCANA DUKUNGAN TV SMART UNTUK SEKOLAH DAN MADRASAH
Ivoni Munir Sambut Ketua DPRD Grobogan, Keindahan Solok dan Duka Galodo Jadi Cerita.
Tak Main-main! Dua Legislator Sumut Desak Inspektorat Bongkar Mega Skandal BOSP SMAN 1 Alasa
DPD PARTAI GOLKAR KABUPATEN BEKASI RAYAKAN HUT KE-62 DENGAN SANTUNAN ANAK YATIM
Menjaga Independensi Pers di Tengah Kuasa Trias Politica
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Payakumbuh Sambangi Warga Koto Panjang Dalam
Ketua DPRD Sulteng Bersama Kapolda Sulteng Bahas Pos Kamling hingga Narkoba dan BBM, Keamanan Diminta Tak Berhenti di Seremonial
Wagub Jateng dan Plt Bupati Pemalang Salurkan Beragam Bantuan di Kendalrejo, Sentuh Rumah Layak Huni hingga Pemberdayaan Ekonomi
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:11 WIB

BENIYANTO TAMOREKA DUKUNG MENTERI ESDM OPTIMALISASI POTENSI MINYAK DALAM NEGERI UNTUK KURANGI IMPOR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:22 WIB

KUNKER KE SOLOK, LISDA HENDRAJONI BAHAS RENCANA DUKUNGAN TV SMART UNTUK SEKOLAH DAN MADRASAH

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Ivoni Munir Sambut Ketua DPRD Grobogan, Keindahan Solok dan Duka Galodo Jadi Cerita.

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Tak Main-main! Dua Legislator Sumut Desak Inspektorat Bongkar Mega Skandal BOSP SMAN 1 Alasa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Menjaga Independensi Pers di Tengah Kuasa Trias Politica

Berita Terbaru