Tanah Datar (SUMBAR), LK — Tungku Tigo Sajarangan menjadi penekanan Bupati Tanah Datar Eka Putra. Ia menyampaikannya saat mendampingi Kapolda Sumbar di Mapolres Tanah Datar.
Penyelenggaraan pemerintahan di Tanah Datar butuh kolaborasi. Tidak hanya eksekutif dan legislatif yang bekerja. Selain itu, unsur adat dan agama juga harus terlibat.
Bupati Eka Putra, SE, MM hadir bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Jawari, SH, MH. Mereka bertemu Ketua DPRD, Forkopimda, LKAAM, Bundo Kanduang, dan MUI. Pertemuan berlangsung di Mapolres Tanah Datar, Senin, 2 November 2026. Oleh karena itu, pertemuan ini melanjutkan kunjungan kerja Kapolda Sumbar di Tanah Datar yang membahas sinergi keamanan.
Menurut Eka Putra, pemerintah daerah butuh masukan adat dan agama. Masukan ini penting untuk merumuskan kebijakan masyarakat. Bahkan, info tentang Polda Sumbar ada di laman resmi Polda Sumbar.
Eka Putra Tekankan Tungku Tigo Sajarangan di Depan Kapolda
Pertimbangan tokoh adat dan agama sangat dibutuhkan. Setiap kebijakan harus melibatkannya. Ini namanya Tungku Tigo Sajarangan. Tujuannya agar kebijakan tidak bentrok dengan adat dan agama, ujar Eka Putra.
Selain itu, Eka Putra menyebut hubungan dengan Forkopimda berjalan baik. Sinergi terus terbangun. Bahkan, pemerintah bersama Forkopimda menyikapi persoalan daerah. Fokusnya pada pelayanan dan kepentingan masyarakat.
Kemudian, Eka Putra berharap komunikasi tetap terjaga. Kebersamaan pemerintah, adat, dan agama harus bertahan. Jadi, setiap persoalan bisa dibahas bersama. Akibatnya, solusi bisa dicari bersama.
Tungku Tigo Sajarangan Jadi Kunci Sinergi di Tanah Datar
Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Jawari, SH, MH mendukung pola ini. Ia mendukung koordinasi lintas unsur yang Tanah Datar bangun selama ini.
Menurut Kapolda, keselarasan pemerintah, DPRD, adat, dan agama sangat penting. Karena itu, keselarasan ini menjaga keharmonisan masyarakat. Selain itu, komunikasi aktif bisa cegah konflik sosial sejak dini.
Sementara itu, Kapolda menilai kebijakan kolaboratif lebih mudah diterima. Masyarakat paham prosesnya. Sebab, proses itu melibatkan tokoh penting dalam kehidupan sosial.
Akhirnya, pertemuan ini memperkuat komunikasi dan sinergi. Pemerintah daerah, polisi, Forkopimda, adat, dan agama bersatu. Mereka bersama menjaga keamanan dan keharmonisan Tanah Datar.
(Hk)













Komentar