Ambil Uang Kasir Seenaknya Bikin UMKM Gulung Tikar, Ini Peringatan Keras Dosen UNIMAJU

Jamaluddin Redaksi

Senin, 2 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

MAMUJU TENGAH, LIPUTAN KHUSUS.COM – Banyak UMKM yang omzetnya ramai tapi ujung-ujungnya gulung tikar. Penyebabnya ternyata bukan karena sepi pembeli, melainkan kebiasaan fatal pemiliknya sendiri yang mengambil uang kasir seenaknya untuk kebutuhan pribadi.

Peringatan keras ini disampaikan Pakar Manajemen Keuangan Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU), Dr. Hari Yeni, S.Kom., M.M.

Di hadapan puluhan pelaku usaha, Dosen Pascasarjana UNIMAJU itu membongkar kesalahan mendasar tersebut saat menjadi pemateri “Literasi Keuangan Digital Untuk UMKM Berdaya Saing” dalam Workshop Transformasi UMKM Berdaya Saing di Hotel Bahari Mateng, pada Senin (2/11/2026).

“Uang dapur tidak sama dengan uang usaha. Karena itu, wajib hukumnya untuk memisahkan rekening atau dompet antara kebutuhan rumah tangga dengan modal bisnis,” tegasnya.

Dr. Hari Yeni menegaskan, uang usaha bukanlah uang pribadi pemilik. Ia menyarankan agar setiap pemilik usaha menetapkan gaji bulanan yang jelas bagi dirinya sendiri dan berhenti mengambil uang dagangan secara serampangan untuk belanja dapur.

Kebiasaan buruk itu membuat arus kas berantakan dan modal usaha perlahan habis tanpa disadari.

Untuk memperbaiki itu, pelaku usaha dituntut disiplin mencatat setiap transaksi, sekecil apapun. Agar lebih praktis dan transparan, ia mendorong pelaku UMKM untuk beralih ke sistem pembayaran digital QRIS.

Selain transaksi otomatis tercatat dan terhindar dari uang palsu, penggunaan QRIS untuk transaksi di bawah Rp500 ribu tidak dikenakan biaya admin alias gratis 0 persen. Pendaftarannya pun mudah, hanya bermodal e-KTP dan NIK melalui bank mitra seperti BRI, BPD, atau aplikasi penyedia layanan resmi.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar pelaku usaha waspada terhadap jeratan pinjaman online ilegal dan lebih memanfaatkan akses permodalan resmi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Di akhir sesinya, Dr. Hari Yeni memberikan tantangan 7 hari kepada peserta untuk langsung praktik: pisahkan uang dapur dan uang usaha, cetak QRIS, dan buat rekap laba bersih harian.

“Setelah tujuh hari, silakan evaluasi laba bersih Anda. Inilah cara UMKM naik kelas dan ekonomi kita menjadi kuat,” pungkasnya.

Penulis: Jamal MT

Berita Terkait

Marhuding: Guru Bersatu Lahirkan Organisasi Kuat, Pendidikan Mateng Bermartabat
Sepanjang Oktober 2026 Polres Mamuju Tengah Ungkap 6 Kasus Menonjol
Hari Ketiga Operasi Patuh Marano: 96 Teguran, 5 Tilang, Satlantas Mateng Pilih Bina daripada Tilang
Desa Kire Jadi Laboratorium Inovasi Mateng, Wabup Askary: Anggaran Efisien Harus Picu Kreativitas
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:35 WIB

Ambil Uang Kasir Seenaknya Bikin UMKM Gulung Tikar, Ini Peringatan Keras Dosen UNIMAJU

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Marhuding: Guru Bersatu Lahirkan Organisasi Kuat, Pendidikan Mateng Bermartabat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Sepanjang Oktober 2026 Polres Mamuju Tengah Ungkap 6 Kasus Menonjol

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Hari Ketiga Operasi Patuh Marano: 96 Teguran, 5 Tilang, Satlantas Mateng Pilih Bina daripada Tilang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Desa Kire Jadi Laboratorium Inovasi Mateng, Wabup Askary: Anggaran Efisien Harus Picu Kreativitas

Berita Terbaru

Lokomotif uap legendaris Mak Itam E1060 (Foto: ilustrasi /LK)

Opini

Rel Gigi di Silaing dan Ujian Keseriusan Kita

Senin, 2 Nov 2026 - 18:39 WIB