BUKITTINGGI,Liputankhusus.Com//Sebanyak 3.800 pelari dari berbagai penjuru tanah air dipastikan siap membanjiri kota legendaris Bukittinggi untuk meramaikan ajang bergengsi Minang Geopark Run (MGR) 2026. Mengambil titik start dan finish di landmark ikonik Jam Gadang, rangkaian seri kedua dari Geopark Run Series 2026–2027 ini akan resmi dilepas pada Minggu pagi, 1 November 2026.
Memasuki tahun pelaksanaan ke-8, MGR 2026 tidak lagi sekadar ajang adu kecepatan. Mengusung kawin-silang konsep sport tourism dan local festival, perhelatan ini menjadi instrumen strategis untuk menggaungkan pesona geologi Geopark Ngarai Sianok–Maninjau, sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif dan UMKM di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa olahraga lari merupakan media promosi yang sangat taktis karena mampu memberikan impresi langsung bagi para pelancong.
“Melalui olahraga lari, peserta mendapat kesempatan emas untuk melihat langsung keindahan alam dan potensi wisata magis yang dimiliki Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Ngarai Sianok telah kita jadikan Geopark Nasional, dan langkah ini menjadi fondasi kuat dalam memperkenalkannya ke tingkat yang lebih luas,” ungkap Ramlan Nurmatias dalam Press Conference di Gedung Pasar Atas lantai IV, Sabtu (31/10/2026).
Dihadiri, Sekdako Bukittinggi Rismal Hadi, Sekda Agam Mhd. Lutfi AR, insan pers, para peserta Minang Geopark Run 2026 dan staikholder terkait.
Wali Kota juga menambahkan bahwa kehadiran ribuan peserta dari luar daerah secara instan mendongkrak denyut nadi perekonomian lokal.
“Dampak positifnya sangat nyata. Tingkat hunian hotel di Kota Bukittinggi meningkat tajam selama pelaksanaan Minang Geopark Run. Begitu juga dengan para pelaku UMKM dan industri kreatif daerah yang langsung merasakan lonjakan perputaran omzet,” tambah Ramlan.
Inisiator Minang Geopark Run, Yv Tri Saputra, turut membenarkan tingginya antusiasme tersebut. Data pendaftaran akhir menunjukkan kepesertaan menyentuh angka 3.800 orang, di mana sekitar 24 persen pelari datang jauh-jauh dari wilayah Pekanbaru, Riau, ditambah partisipan dari berbagai provinsi lain di Indonesia.
Minang Geopark Run 2026 menyuguhkan tiga kategori kompetisi yang menantang batas kemampuan fisik peserta, yakni 5K, 10K, dan 21K (Half Marathon). Setiap jengkal rute dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang dramatis. Para pelari akan dipaksa takjub saat jalur balapan menuntun mereka melintasi tebing kolosal Ngarai Sianok yang berselimut kabut pagi, menembus perkampungan adat Minangkabau yang otentik, hingga menaklukkan tantangan legendaris di objek wisata Janjang Saribu.
Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen penuh menjamin kesuksesan agenda berskala nasional ini. Mulai dari sterilisasi jalur, pengamanan rute berlapis, hingga penyiapan pos medis terpadu telah dimatangkan demi memastikan aspek keselamatan (safety) berada di standar tertinggi bagi para runners.
Didukung penuh oleh deretan sponsor utama seperti wondr by BNI, BTN, Asuransi Jasindo, Pocari Sweat, dan Coros, ajang ini diharapkan mampu mempercepat langkah promosi Geopark Sianok–Maninjau untuk meraih status prestisius sebagai UNESCO Global Geopark.
Pasca kibaran bendera finish di ranah Minang, estafet kemeriahan Geopark Run Series 2026-2027 dijadwalkan akan langsung bergeser ke pantai barat pulau Jawa melalui Ciletuh Geopark Run pada Januari 2027, sebelum ditutup di Belitong Geopark Run pada April 2027 mendatang.













Komentar