AROSUKA, LiputanKhusus.com — Galodo yang menerjang kawasan Arosuka Kabupaten Solok tidak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga duka mendalam bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah situasi tersebut, kepedulian berbagai elemen terus bergerak untuk membantu warga melewati masa sulit.
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Solok menjadi salah satu organisasi yang memilih turun langsung ke tengah masyarakat. Ketua SMSI Kabupaten Solok, Riswan Jaya, SH, bersama jajaran dan anggota, mendatangi kawasan terdampak pada Senin, 28 September 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.
Kedatangan rombongan SMSI membawa bantuan kebutuhan pokok berupa mie instan, air mineral AQUA dan telur ayam. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada masyarakat yang terdampak galodo di kawasan Arosuka.
Bukan perkara mudah mencapai lokasi. Sisa lumpur yang masih memenuhi sejumlah akses membuat perjalanan menuju pemukiman warga membutuhkan perjuangan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah jajaran SMSI Kabupaten Solok untuk tetap mendatangi masyarakat.
Bagi Riswan Jaya, musibah yang menimpa masyarakat Arosuka merupakan persoalan kemanusiaan yang harus mendapat perhatian bersama. Karena itu, kepedulian tidak cukup berhenti pada kata-kata, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Galodo Arosuka adalah duka kita bersama. Kita datang untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memberikan bantuan semampu kita. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga yang terdampak,” ujar Riswan.
Langkah tersebut juga memperlihatkan sisi lain peran insan pers di tengah masyarakat. Di samping menyampaikan informasi mengenai kondisi bencana kepada publik, SMSI Kabupaten Solok turut mengambil bagian dalam aksi sosial untuk meringankan beban warga.
Kondisi pascagalodo membuat sebagian masyarakat masih harus berhadapan dengan lumpur, kerusakan lingkungan, terganggunya aktivitas serta kebutuhan sehari-hari. Dalam keadaan seperti itu, bantuan kebutuhan pokok menjadi bagian penting dari dukungan selama masa pemulihan.
SMSI Kabupaten Solok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membiarkan warga terdampak menghadapi musibah seorang diri. Pemerintah, organisasi sosial, dunia usaha, komunitas, relawan dan masyarakat umum dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Menurut Riswan, kekuatan masyarakat dalam menghadapi bencana terletak pada kebersamaan. Ketika banyak pihak bergerak dengan kepedulian yang sama, beban yang dirasakan masyarakat terdampak diharapkan dapat sedikit berkurang.
Penyaluran bantuan ini juga menjadi bentuk solidaritas SMSI Kabupaten Solok kepada masyarakat Arosuka. Kehadiran langsung di lokasi diharapkan memberikan semangat kepada warga bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kondisi mereka.
Galodo mungkin telah meninggalkan luka, namun dari musibah tersebut kembali terlihat kuatnya semangat gotong royong. Bantuan, perhatian dan kehadiran di tengah warga menjadi bagian dari energi untuk membangun kembali kehidupan pascabencana.
“Duka Arosuka adalah duka kita bersama. Dari sana, kepedulian harus terus bergerak dan solidaritas tidak boleh berhenti,” demikian semangat SMSI Kabupaten Solok dalam aksi kemanusiaan tersebut.( Yef)













Komentar