Tambang Emas Diduga Ilegal Merajalela di Pantai Cermin, Puluhan Alat Berat Beroperasi di Kulemban, Sikabu dan Lubuk Rasam

- Penulis

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surian, LiputanKhusus.com, Senin 28 September 2026 — Aktivitas penambangan emas yang diduga tidak mengantongi izin menjadi sorotan di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok. Informasi lapangan menyebut aktivitas tersebut berlangsung di kawasan Kulemban, Sikabu hingga Lubuk Kasiak Dalam, Jorong Lubuk Rasam Senin 28 September 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media LiputanKhusus.com, aktivitas penambangan disebut menggunakan alat berat dalam jumlah besar. Bahkan, jumlah alat berat yang berada di kawasan tersebut diinformasikan mencapai lebih dari 25 unit tersebar dibeberapa titik Penambangan.

Lokasi yang disebut berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari. Aktivitas pengerukan menggunakan alat berat dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi sungai, tanah dan ekosistem di sekitarnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai pengawasan dan penertiban terhadap aktivitas pertambangan yang diduga tidak berizin.

Masyarakat Pertanyakan Pengawasan Aparat

Masyarakat mempertanyakan keberadaan dan langkah aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumatera Barat dan Polres Arosuka kabupaten Solok, terkait informasi aktivitas tambang tersebut.

Pertanyaan itu muncul di tengah adanya sejumlah penindakan terhadap dugaan pertambangan tanpa izin di wilayah Sumatera Barat. Pada Juli 2026, Ditreskrimsus Polda Sumbar mengungkap perkara dugaan pertambangan ilegal di Kota Solok dan Solok Selatan serta mengamankan empat tersangka dan satu unit ekskavator.

Penindakan terhadap dugaan PETI juga dilakukan kepolisian di Solok Selatan pada Agustus dan September 2026. Dalam salah satu penanganan, polisi turun ke lokasi setelah menerima informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Karena itu, masyarakat berharap informasi mengenai dugaan aktivitas pertambangan di Pantai Cermin juga segera dicek kebenaranya oleh aparat melalui pengecekan langsung ke lapangan.

Sorotan Penggunaan Solar

Selain keberadaan alat berat, informasi lapangan juga menyoroti kebutuhan bahan bakar untuk operasional alat-alat tersebut.

Dengan jumlah alat berat yang disebut mencapai puluhan unit, masyarakat meminta aparat dan instansi terkait turut memeriksa sumber serta distribusi BBM yang digunakan di lokasi.

Apabila nantinya ditemukan penggunaan BBM bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan, masyarakat berharap persoalan tersebut turut ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Diduga Rusak Lingkungan

Aktivitas pengerukan menggunakan alat berat di kawasan sungai dan hutan menjadi perhatian karena berpotensi mengubah kondisi lingkungan.

Dokumentasi lapangan yang diterima LiputanKhusus.com memperlihatkan keberadaan alat berat, serta aktivitas pengerukan material di kawasan badan sungai batanghari.

Secara administratif, Kulemban dan Lubuk Rasam tercatat sebagai jorong di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun ke lokasi, memeriksa legalitas kegiatan, mendata alat berat yang beroperasi serta mengusut pihak-pihak yang berada di balik aktivitas tersebut apabila terbukti melanggar hukum.

Warga juga berharap pengawasan dilakukan secara menyeluruh agar aktivitas pertambangan yang tidak memiliki izin tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih luas dan menjadi persoalan bagi generasi mendatang.

LiputanKhusus.com masih menunggu klarifikasi resmi dari Polda Sumatera Barat, Polres Solok, pemerintah daerah maupun pihak terkait mengenai dugaan aktivitas pertambangan tersebut.

Bersambung..

(zulpancer)

Berita Terkait

Galodo Arosuka, Duka Kita Bersama: Riswan Jaya, SH Turun Salurkan Bantuan.
Bantuan Terus Mengalir, PT Karya Semangat Mandiri Serahkan 7.500 Butir Telur.
HUT ke-81 Sumbar, Kemenag Kota Solok Hadirkan Semangat Budaya dan Kebersamaan.
Rapat Evaluasi Malam Hari, Pemkab Solok Susun Strategi Percepatan Pemulihan Arosuka.
Pengabdian Tiada Henti, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Solok Sumbang Tenaga Bersihkan Galodo Arosuka
Rapat Lintas Instansi, Penanganan dan Pemulihan Galodo Arosuka Dipercepat.
Wujud Kepedulian di Tengah Bencana, SMAN 1 X Koto Singkarak Bantu Korban Galodo.
PTPN IV Regional IV Tunjukkan Kepedulian untuk Warga Terdampak Galodo.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:48 WIB

Tambang Emas Diduga Ilegal Merajalela di Pantai Cermin, Puluhan Alat Berat Beroperasi di Kulemban, Sikabu dan Lubuk Rasam

Senin, 28 September 2026 - 22:26 WIB

Bantuan Terus Mengalir, PT Karya Semangat Mandiri Serahkan 7.500 Butir Telur.

Senin, 28 September 2026 - 10:38 WIB

HUT ke-81 Sumbar, Kemenag Kota Solok Hadirkan Semangat Budaya dan Kebersamaan.

Senin, 28 September 2026 - 10:24 WIB

Rapat Evaluasi Malam Hari, Pemkab Solok Susun Strategi Percepatan Pemulihan Arosuka.

Minggu, 27 September 2026 - 16:30 WIB

Pengabdian Tiada Henti, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Solok Sumbang Tenaga Bersihkan Galodo Arosuka

Berita Terbaru