Pemalang, Liputankhusus.com – Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Moga terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi santri yang unggul dalam bidang keilmuan, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan berbahasa asing.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan ilqo kalimat atau latihan pidato berbahasa Arab yang rutin dilaksanakan setiap malam.
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dari pembinaan santriwati, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab, membangun mental yang tangguh, serta menumbuhkan rasa percaya diri ketika berbicara di depan umum.
Dalam pelaksanaannya, para santriwati diberikan kesempatan untuk tampil menyampaikan pidato berbahasa Arab di hadapan teman-teman mereka.
Dengan suasana pembelajaran yang edukatif dan penuh semangat, setiap santriwati didorong untuk berani tampil, menyampaikan gagasan, serta mengembangkan keterampilan komunikasi secara bertahap.
Melalui kegiatan tersebut, santriwati tidak hanya belajar menyusun materi dan menyampaikan pidato dalam bahasa Arab, tetapi juga membiasakan diri menggunakan bahasa asing sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Lebih dari sekadar latihan berbicara, ilqo kalimat menjadi sarana pembentukan karakter. Para santriwati dilatih untuk memiliki keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut dan terstruktur.
Pembiasaan ini diharapkan mampu melahirkan santriwati yang tidak hanya memiliki bekal ilmu agama yang kuat, tetapi juga terampil berkomunikasi, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di tengah masyarakat.
Mudir MBS Moga, Akhmad Nur Rifa’i, Lc., M.E.I., menekankan pentingnya pembiasaan dan latihan secara berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Arab santri.
Menurutnya, keterampilan berbahasa tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan proses pembelajaran, keberanian untuk mencoba, serta latihan yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan rutin tersebut, santri diharapkan semakin terampil berbicara dalam bahasa Arab, memiliki mental yang kuat, serta mampu mengembangkan potensi diri secara optimal.
Konsistensi MBS Moga dalam menyelenggarakan kegiatan ilqo kalimat mencerminkan upaya pesantren dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan santri.
Dengan demikian, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, cakap berbahasa asing, serta memiliki keberanian untuk tampil dan berkontribusi positif bagi umat, bangsa, dan masyarakat.













Komentar