Liputankhusus.com, BOGOR — Keharmonisan rumah tangga seorang ketua RT di Desa Pingku, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, harus kandas di tengah jalan. Diduga akibat hadirnya pihak ketiga, sang suami berinisial H resmi melayangkan laporan pengaduan ke Polsek Parung Panjang pada Minggu (25/10/26).
Langkah hukum ini terpaksa diambil oleh Heri, yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua RT 01/04 Desa Pingku, setelah istrinya yang berinisial I pergi meninggalkan rumah dan ketiga anak mereka selama lebih dari satu bulan.
Konflik rumah tangga ini bermula ketika Heri mendapati gelagat mencurigakan dari istrinya. Sang istri kedapatan sering melakukan komunikasi intens, mulai dari panggilan telepon hingga panggilan video (video call), dengan seorang pria berinisial E yang berdomisili di wilayah Barengkok, Jagabaya.
Temuan komunikasi tersembunyi tersebut memicu percekcokan hebat di antara suami-istri pada malam kejadian. Buntut dari pertengkaran itu, sang istri memilih untuk meninggalkan rumah dan hingga detik ini tidak diketahui rimbanya.
Meski sang istri telah pergi dan meninggalkan kewajibannya, Heri mengaku bahwa dirinya masih beritikad baik dan tetap memberikan nafkah hingga saat ini.
Sebelum membawa permasalahan ini ke ranah hukum, pihak keluarga sempat berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut, pria berinisial E yang diduga sebagai selingkuhan sang istri turut hadir dan secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya memang memiliki hubungan gelap dengan I.
Namun, situasi kian memanas akibat pihak E tidak kunjung menepati janji. Sebelumnya, E sempat berjanji akan menemui Heri kembali sekaligus membawa pulang I untuk menyelesaikan persoalan secara langsung dengan sang suami. Sayangnya, hingga laporan ini resmi dilayangkan ke pihak kepolisian, tidak ada kejelasan maupun informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Kasus dugaan perselingkuhan dan penelantaran keluarga ini kini telah ditangani oleh aparat kepolisian di Polsek Parung Panjang guna penyelidikan lebih lanjut.
Laporan: Sriwartini













Komentar