Bantuan di Rumah Dinas Bupati Bukan Persoalan, Jefrizal: Jangan Menilai Sebelum Mengetahui Fakta Lapangan.

Jumat, 9 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LiputanKhusus.Com
AROSUKA, KABUPATEN SOLOK .Sumatera Barat — Penanganan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana tidak seharusnya dijadikan bahan polemik tanpa memahami kondisi dan mekanisme yang berlangsung di lapangan.

Di tengah upaya pemulihan pascabencana, yang lebih penting adalah memastikan bantuan tercatat, terkoordinasi, dan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Hal itu disampaikan pada Kamis (8/10/2026).

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T., yang bertanggung jawab mengoordinasikan bagian logistik kebencanaan, menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam pengelolaan dan pendistribusian bantuan merupakan bagian dari kerja bersama pemerintah untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Menurut Jefrizal, keterlibatan Tim Penggerak PKK maupun Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dalam membantu masyarakat harus dipahami dalam perspektif kemanusiaan dan sinergi. Partisipasi organisasi perempuan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dalam membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

Menanggapi sorotan mengenai bantuan yang ditempatkan di rumah dinas Bupati maupun Wakil Bupati Solok, Jefrizal menjelaskan bahwa lokasi penerimaan bantuan tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya persoalan. Sejumlah donatur yang memiliki hubungan baik dengan kepala daerah memilih menyerahkan bantuan melalui rumah dinas.

Ia menerangkan, bantuan yang diterima tidak dibiarkan tanpa kejelasan. Sekretariat Posko Bencana melakukan pencatatan dan pendataan terhadap bantuan yang masuk sebagai bagian dari mekanisme pengelolaan logistik. Pendataan tersebut diperlukan agar bantuan dapat diidentifikasi dan selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penempatan bantuan di rumah dinas juga berkaitan dengan kondisi gudang Posko Utama yang saat itu telah penuh. Dalam situasi tersebut, rumah dinas menjadi salah satu lokasi penampungan sementara untuk membantu menampung bantuan yang terus berdatangan dari berbagai pihak.

Dalam proses pendistribusian, TP PKK dan GOW juga dibekali pedoman serta peta sebaran masyarakat terdampak. Langkah ini dimaksudkan agar penyaluran lebih terarah, menjangkau warga yang membutuhkan, dan meminimalkan kemungkinan terjadinya tumpang tindih penerima bantuan.

Jefrizal menegaskan bahwa masyarakat yang belum menerima bantuan menjadi perhatian dalam penyaluran berikutnya. Dengan adanya data dan pemetaan penerima, distribusi diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, terutama bagi warga yang masih membutuhkan dukungan setelah bencana.
Ia menilai, memahami persoalan secara utuh merupakan hal penting sebelum menyampaikan kritik atau membangun opini kepada publik.

Menurutnya, penilaian terhadap pengelolaan bantuan semestinya didasarkan pada fakta, mekanisme koordinasi, dan kondisi nyata di lapangan, bukan semata-mata pada lokasi tempat bantuan diterima atau ditampung sementara.

Terkait pemberitaan yang menggunakan narasi bernada merendahkan, Jefrizal berpandangan bahwa setiap pihak sebaiknya tetap mengedepankan bahasa yang santun, elegan, dan bertanggung jawab. Kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi penyampaiannya perlu tetap memperhatikan fakta serta etika komunikasi publik.

“Pembaca tentu dapat menilai sendiri seperti apa kualitas dan nilai dari sebuah narasi editorial. Bahasa yang digunakan dalam sebuah tulisan pada akhirnya akan menunjukkan kualitas, kedalaman berpikir, serta cara pandang penulisnya,” ujarnya.

Dalam situasi pascabencana, kepentingan masyarakat semestinya ditempatkan di atas perdebatan yang tidak produktif.

Pengawasan dan kritik tetap diperlukan, tetapi keduanya akan lebih bermanfaat apabila dibangun berdasarkan informasi yang utuh, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, persoalan bantuan bencana perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan, pencatatan, pendataan, hingga pendistribusian kepada warga. Jangan terburu-buru menyimpulkan sebelum mengetahui fakta lapangan. Ukuran utama keberhasilan penanganan bantuan adalah transparansi pengelolaan dan sampainya bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.( Yef)

Berita Terkait

Pemkab Solok Evaluasi Penanganan Bencana, OPD Diminta Perkuat Aksi Nyata.
INARA Cup Nagari Talang Siap Bergulir, Persiapan Capai 95 Persen, Bupati Solok Dijadwalkan Buka Langsung.
SOROTAN BERITA. TAMBANG. LIAR DI KABUPATEN GOWA. SEMAKIN TAK. TERKENDALI GEBRAK. SULSEL. DESAK APH. TINDAK TEGAS. DUGAAN. LIBATKAN. Dg. APALLO. DAN. CV. FAJAR. UTAMA
Riswan Mura Resmi Jabat Kaperwil Lampung Media Liputan Khusus, Siap Kawal Informasi Akurat di 15 Kabupaten/Kota
Petani Pemalang Keluhkan Layanan Solar Subsidi, Mekanisme Perwakilan Dipertanyakan
Gubenur Sumsel serahkan lahan eks,Untuk Dukung Peluasan Kolam Retensi
Ketua Panitia Pilkades Sukaresmi Jaga Netralitas dan Kerja Profesional
PEMANTAPAN PANITIA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-98 DI SUNGAI GUNTUNG*

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Pemkab Solok Evaluasi Penanganan Bencana, OPD Diminta Perkuat Aksi Nyata.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Bantuan di Rumah Dinas Bupati Bukan Persoalan, Jefrizal: Jangan Menilai Sebelum Mengetahui Fakta Lapangan.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:03 WIB

INARA Cup Nagari Talang Siap Bergulir, Persiapan Capai 95 Persen, Bupati Solok Dijadwalkan Buka Langsung.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:34 WIB

SOROTAN BERITA. TAMBANG. LIAR DI KABUPATEN GOWA. SEMAKIN TAK. TERKENDALI GEBRAK. SULSEL. DESAK APH. TINDAK TEGAS. DUGAAN. LIBATKAN. Dg. APALLO. DAN. CV. FAJAR. UTAMA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Riswan Mura Resmi Jabat Kaperwil Lampung Media Liputan Khusus, Siap Kawal Informasi Akurat di 15 Kabupaten/Kota

Berita Terbaru