Gresik (Jawa Timur) –LiputanKhusus.Com — Upaya memperkuat ketahanan air bersih di wilayah pedesaan Kabupaten Gresik terus berlanjut. Pemerintah Desa Panjunan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana pendalaman embung di wilayah desanya, sebagai langkah strategis jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga, terutama di musim kemarau.
Kepala Desa Panjunan, Nursilah, S.E., dalam pertemuan bersama unsur masyarakat dan LSM GMBI Distrik Gresik, menyambut baik rencana pendalaman embung yang akan dilaksanakan di desanya. Menurut beliau, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar yang harus dipenuhi pemerintah desa bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Jika nantinya masyarakat Desa Panjunan ingin melakukan pendalaman embung, kami sangat merespons dan mendukung sepenuhnya. Sinergi dengan LSM GMBI terus kami jalin dalam rangka mendukung pembangunan desa, terutama terkait penampungan air yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas,” tegas Kades Nursilah.
Pemerintah Desa Panjunan membuka selebar-lebarnya ruang kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, karena menurut beliau, pembangunan desa tidak bisa berjalan sendiri tanpa gotong royong antarlembaga dan dukungan masyarakat.
GMBI Distrik Gresik Siap Berperan Aktif
Sementara itu, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Gresik, Muhammad Hudin, S.Pd., menyambut hangat dukungan pemerintah desa tersebut. GMBI siap memfasilitasi dan mendampingi program pendalaman embung agar berjalan lancar, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Prinsip GMBI adalah NKRI Harga Mati dan membela wong cilik. Ketika warga membutuhkan, kami tidak bisa diam. Sinergi dengan pemerintah desa adalah kunci agar setiap program yang hadir benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat,” ungkap Hudin.
GMBI Distrik Gresik berkomitmen untuk terus mendampingi warga Desa Panjunan, baik dalam pendataan kebutuhan air, sosialisasi, maupun pendampingan teknis pelaksanaan program, sehingga embung yang ada tidak sekadar diperdalam, tetapi juga dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Gresik pada tahun 2026 ini menjadi pengingat betapa krusialnya keberadaan sarana penampungan air. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Gresik, sekitar 62 desa di 11 kecamatan berpotensi mengalami kesulitan air bersih, termasuk wilayah Kecamatan Duduksampeyan.
Pendalaman embung merupakan solusi cerdas dan berbiaya terjangkau untuk:
– ✅ Memperbesar kapasitas tampungan air saat musim hujan
– ✅ Menjaga ketersediaan air di musim kemarau
– ✅ Mengurangi ketergantungan warga pada air tangki yang mahal
– ✅ Mendukung kebutuhan pertanian dan kebutuhan rumah tangga warga
Embung yang dalam dan terawat akan menjadi sumber kehidupan yang andal bagi generasi sekarang dan mendatang.
Pemerintah Desa Panjunan bersama GMBI Distrik Gresik akan segera menyusun jadwal teknis pelaksanaan pendalaman embung, melibatkan partisipasi aktif warga dalam pelaksanaannya. Gotong royong menjadi semangat utama agar program ini tidak hanya menjadi proyek sesaat, tetapi dimiliki dan dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah desa dan komitmen pendampingan dari GMBI, diharapkan program ketahanan air bersih di Desa Panjunan dapat terealisasi secepatnya, membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan dan kesehatan warga Panjunan pada khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya.
(RN)












Komentar