Warga Sindangsari Pasar Kemis Keluhkan Soal Bansos dan Proyek Fisik, Ini Tanggapan Pihak Kelurahan 

Sandy Purwanto

Kamis, 15 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankhusus.com, TANGERANG — Sejumlah warga di lingkungan RT 01/RW 07, Desa Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, menyuarakan keluhan terkait tata kelola administrasi dan pembangunan di wilayah mereka. Permasalahan yang disorot meliputi dugaan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang tidak tepat sasaran, program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dipertanyakan legalitas lahannya, hingga pembangunan jalan paving block yang dinilai kurang merata.

Berdasarkan keterangan beberapa warga setempat yang enggan disebutkan namanya, penyaluran bansos bagi warga kurang mampu di wilayah RT 01/RW 07 diduga belum tepat sasaran. Warga menyebut ada indikasi beberapa kepala keluarga yang tergolong mampu secara ekonomi justru terdaftar sebagai penerima manfaat, bahkan terjadi dugaan tumpang tindih penerima dalam satu rumah tangga. Di sisi lain, masih ada warga lansia dan keluarga kurang mampu yang dinilai lebih membutuhkan namun belum tersentuh bantuan.

Selain masalah bansos, warga juga mempertanyakan pelaksanaan program renovasi atau bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Menurut warga, program bantuan tersebut idealnya berdiri di atas lahan dengan kejelasan status kepemilikan dokumen tanah yang sah. Namun, warga menduga terdapat salah satu penerima bantuan bedah rumah yang dokumen kepemilikan tanahnya belum jelas, sementara rumah warga kurang mampu lain yang bersurat sah dan rusak parah justru belum tersentuh.

Tak hanya itu, masalah pembangunan akses jalan paving block (conblock) turut disorot. Warga mengeluhkan adanya jalan lingkungan yang kondisinya sudah rusak parah namun belum kunjung dipasang paving block, sementara pembangunan justru dilakukan di lokasi lain yang status kepemilikan lahannya dipertanyakan.

Menanggapi keluhan yang berkembang di masyarakat, Kepala Desa (Lurah) Sindangsari memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi terkait ketiga poin utama tersebut:

Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos):

Pihak desa menjelaskan bahwa data dan penyaluran bansos bersumber langsung dari pemerintah pusat/daerah melalui sistem data terpadu. Pihak kelurahan tidak memegang atau mengelola data penetapan penerima secara mandiri.

Program Bedah Rumah:

Mengenai bantuan renovasi rumah dari Bupati, Lurah menegaskan bahwa seluruh pendataan, verifikasi, dan eksekusi program berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertamanan (Perkim). Pihak kelurahan tidak mengetahui detail teknis maupun legalitas tanah penerima secara mendalam, karena perannya hanya sebatas menandatangani berkas usulan administratif yang diajukan.

Pembangunan Jalan paving block dan Pengusulan Usulan:

Terkait akses jalan rusak yang belum diperbaiki, Lurah menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan pembangunan jalan lingkungan sepenuhnya merupakan kewenangan dan inisiatif pengurus RT serta RW setempat untuk diusulkan ke tingkat kelurahan.

Lebih lanjut, Lurah Sindangsari mengungkapkan rasa bingungnya terkait adanya penolakan atau protes dari warga RT 01/RW 07. Menurutnya, kepengurusan RT dan RW di lingkungan tersebut masih memiliki hubungan kekeluargaan/kerabat, sehingga ia mempertanyakan kelompok warga mana yang menyampaikan protes terkait kepemimpinan pengurus RT saat ini.

 

 

 

Laporan: Sandy Purwanto 

Berita Terkait

Miris, Dugaan Proyek Asal Jadi, Pembangunan GSG Kelurahan Sindangsari Nilai Rp 2,4 Miliar Dinilai Minim Pengawasan dan Abaikan K3
Warga Sukamulya Rumpin Resah dengan Aktivitas Pembakaran Aluminium Foil, Khawatir Pencemaran dan Gangguan Kesehatan
Lapangan Harimau Data Jadi Pusat Perhatian, Iskan Nofis Buka INARA Cup 2026.
Menyuarakan Aspirasi Rakyat: Aksi Damai Ormas Mangkok Merah Bersatu Kalteng Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Kecewa Gubernur dan Sekda Tak Berani Menemui Massa
Ormas GBNN Surati Satpol PP, Status Izin Bangunan di Belakang RSU Bethesda Dipertanyakan
Kebakaran Melanda Pasar Blok Timur Los Batiah Payakumbuh, 24 Kios Terbakar
Kawal Program Presiden Prabowo, Disdikbud Rohil Pastikan Dana Revitalisasi Bebas Pungutan
ANGGARAN KARHUTLA KALTENG RP107 MILIAR DIPERTANYAKAN DPRD: BELANJA PERALATAN, OPERASIONAL, DAN HONOR RELAWAN DISOROT
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Miris, Dugaan Proyek Asal Jadi, Pembangunan GSG Kelurahan Sindangsari Nilai Rp 2,4 Miliar Dinilai Minim Pengawasan dan Abaikan K3

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Warga Sindangsari Pasar Kemis Keluhkan Soal Bansos dan Proyek Fisik, Ini Tanggapan Pihak Kelurahan 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Lapangan Harimau Data Jadi Pusat Perhatian, Iskan Nofis Buka INARA Cup 2026.

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Menyuarakan Aspirasi Rakyat: Aksi Damai Ormas Mangkok Merah Bersatu Kalteng Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Kecewa Gubernur dan Sekda Tak Berani Menemui Massa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Ormas GBNN Surati Satpol PP, Status Izin Bangunan di Belakang RSU Bethesda Dipertanyakan

Berita Terbaru