Liputankhusus.com, KABUPATEN TANGERANG — Sebuah proyek pembangunan di Kampung Cakung RT 01/RW 03, Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan publik. Proyek yang awalnya diduga sebagai “proyek siluman” tersebut mendadak memasang papan informasi pekerjaan hanya selang beberapa jam setelah dilaporkan oleh awak media.
Berdasarkan temuan di lapangan pada penelusuran awal, tim media yang berada di lokasi pada pukul 12.00 hingga 12.15 WIB tidak menemukan adanya papan informasi proyek yang seharusnya terpasang sebagai bentuk transparansi publik. Selain ketidakhadiran papan proyek, pengawasan di lokasi tampak minim karena pengawas tidak berada di tempat.
Tak hanya itu, para pekerja di lapangan juga terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang sangat vital untuk menjamin perlindungan keselamatan kerja.
Temuan tersebut kemudian dirangkum dalam bentuk pemberitaan serta diteruskan langsung kepada pihak berwenang terkait, termasuk Camat Legok, HM Yusuf Fachroji, S.STP., M.Si., dengan harapan adanya pembenahan dan evaluasi di lapangan.
Namun, dinamika menarik terjadi sesaat setelah pemberitaan dipublikasikan dan disampaikan kepada Camat Legok. Pada pukul 18.41 WIB di hari yang sama, pihak camat mengirimkan foto yang memperlihatkan papan proyek telah terpasang di lokasi pekerjaan.
Perubahan yang terkesan mendadak ini memicu reaksi dan pertanyaan dari insan pers. Respons tersebut dinilai cenderung defensif ketimbang melakukan evaluasi mendalam atas temuan awal yang ditemukan awak media saat pemantauan langsung pada siang hari.
Sorotan tidak berhenti pada masalah teknis dan transparansi proyek semata. Awak media juga menyayangkan sikap dan etika dari oknum mandor di lokasi proyek. Saat dikonfirmasi oleh seorang wartawati, oknum mandor tersebut menemui media tanpa mengenakan pakaian yang layak, tindakan yang dinilai kurang sopan dan tidak menghargai profesi jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.
Upaya konfirmasi lanjutan telah dilakukan oleh tim media melalui pesan singkat WhatsApp kepada Camat Legok untuk meminta klarifikasi atas papan proyek yang baru terpasang serta perlakuan yang diterima awak media di lapangan. Namun, hingga berita ini diturunkan, Camat Legok belum memberikan tanggapan resmi dan memilih untuk tidak memberikan respons.
Masyarakat dan insan pers berharap instansi terkait dapat memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap proyek pembangunan daerah, baik dari segi keterbukaan informasi publik, penerapan K3, maupun etika komunikasi para pelaksana di lapangan.
Laporan: Redaksi












Komentar