Tidur yang cukup: kebiasaan kecil yang lebih berpengaruh daripada aplikasi

Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak orang mencari aplikasi, bantal, atau suplemen untuk memperbaiki tidurnya, padahal yang paling berpengaruh justru hal-hal yang tidak berbiaya: jam bangun, cahaya, dan apa yang dilakukan satu jam sebelum berbaring.

Jam bangun lebih penting daripada jam tidur

Tubuh menyesuaikan diri pada waktu bangun yang tetap, bukan pada waktu berbaring. Bangun di jam yang sama setiap hari — termasuk akhir pekan — membuat rasa kantuk datang lebih teratur pada malam harinya.

Tidur jauh lebih lama di akhir pekan terasa membalas hutang, tetapi menggeser jam biologis, sehingga Senin malam menjadi lebih sulit. Kalau memang kurang, tambahan satu jam biasanya lebih baik daripada tiga.

Cahaya pagi, gelap malam

Cahaya terang di pagi hari membantu menegaskan awal hari bagi tubuh. Beberapa menit di luar ruangan setelah bangun sering berpengaruh lebih besar daripada yang diperkirakan, terutama bagi yang bekerja seharian di dalam ruangan.

Sebaliknya, ruangan yang terang benderang menjelang tidur mengirim sinyal yang berlawanan. Menurunkan tingkat penerangan satu jam sebelum tidur lebih berguna daripada mengganti lampu dengan yang mahal.

Kopi lebih lama bertahan daripada yang dirasakan

Efek kafein berkurang perlahan, dan sebagian masih bekerja berjam-jam setelah diminum. Orang yang merasa “tetap bisa tidur setelah minum kopi malam” biasanya memang tertidur, tetapi kualitas tidurnya berbeda. Menggeser batas minum kopi ke siang hari adalah percobaan yang murah dan sering terasa hasilnya dalam seminggu.

Tempat tidur untuk tidur

Kalau tempat tidur juga dipakai bekerja, menonton, dan menggulir layar, tubuh berhenti mengaitkannya dengan istirahat. Memisahkan kegiatan itu — meski hanya pindah ke kursi di sudut yang sama — membantu memulihkan kaitan tersebut.

Kalau tidak juga tertidur setelah cukup lama berbaring, bangun dan lakukan sesuatu yang tenang di tempat lain sampai mengantuk. Berbaring sambil kesal justru memperkuat kaitan antara tempat tidur dan rasa gelisah.

Kapan perlu diperiksakan

Kesulitan tidur sesekali adalah hal biasa. Yang perlu dibawa ke tenaga kesehatan adalah keadaan yang berlangsung berminggu-minggu, mendengkur keras disertai berhenti napas yang disaksikan orang lain, atau rasa kantuk berat sepanjang hari padahal waktu tidur cukup. Ketiganya bukan sesuatu yang selesai dengan mengatur kebiasaan saja.

Berita Terkait

SMP Konang Blega Bangkalan Madura Praktek Renang di Kolam Sampang Water Park
Ayo Datang dan Kunjungi Sampang Water Park, Promo Harga Khusus Pelajar Juga Sewa Gedung Kholifah Murah Banget !!!
Cerita Tentang Beeyy Yazid …Dibik Dibik
Kabut Asap Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Tembus 10 Ribu Orang
Kompak Jaga Silaturrahmi, Alumni SMANSA 86 Pilih Water Park Sebagai Tujuan Favorit
Suka Duka Hermin Sultan Menjadi Ketua Admin Group Alumni SMANSA 88
Kuterima Suratmu Yang Kau Berikan di Bawah Meja
Dinkes dan KB Kab. Sampang Mengadakan Pertemuan Manajemen Jejaring Pelayanan Kesehatan Primer Tahun 2026 di Hotel Panglima Sudirman
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

SMP Konang Blega Bangkalan Madura Praktek Renang di Kolam Sampang Water Park

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Ayo Datang dan Kunjungi Sampang Water Park, Promo Harga Khusus Pelajar Juga Sewa Gedung Kholifah Murah Banget !!!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Cerita Tentang Beeyy Yazid …Dibik Dibik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Kabut Asap Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Tembus 10 Ribu Orang

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Kompak Jaga Silaturrahmi, Alumni SMANSA 86 Pilih Water Park Sebagai Tujuan Favorit

Berita Terbaru