Tambang Ilegal Kembali Marak di Desa Janja, Rusak Sungai Salungan dan Ancam Sawah Desa Sibea, Warga Desak APH Bertindak Tegas

Fadli palu sulteng

Senin, 2 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TOLITOLI, Sulteng – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di wilayah Galepu Sungai Salungan, Desa Janja, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Aktivitas ilegal tersebut diduga kuat telah merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) Salungan yang menjadi sumber pengairan utama bagi persawahan warga di Desa Sibea.

 

Pantauan warga dalam beberapa pekan terakhir, air Sungai Salungan yang sebelumnya jernih kini berubah keruh pekat kecoklatan, dipenuhi lumpur dan sedimentasi. Akibatnya, aliran irigasi yang mengairi ratusan hektare sawah di Desa Sibea tersumbat dan tidak layak pakai.

 

Padahal lokasi tersebut bukan kasus baru. Sebelumnya, pada Juni 2024 lalu, Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi telah melakukan penahanan terhadap tersangka pemodal atas kasus Penambangan Emas Tanpa Izin yang terjadi dalam kawasan Hutan Lindung Salugan di sekitar wilayah Galepu Sungai Salugan, Desa Janja. Namun kini aktivitas itu kembali muncul dengan lebih masif.

 

“Kami petani di Sibea yang kena dampaknya. Sungai Salungan ini urat nadi sawah kami. Sejak ada tambang di atas, air tidak bisa lagi dipakai. Sawah kami terancam gagal panen karena lumpur masuk ke petakan,” ungkap salah seorang petani Desa Sibea yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (1/11).

 

Warga menduga para penambang ilegal beroperasi menggunakan alat berat dan mesin dompeng di sepanjang bantaran dan bahkan di badan sungai.

 

Selain merusak sungai, aktivitas tersebut juga diduga telah merambah kawasan Hutan Lindung Salugan yang seharusnya dilindungi.

 

Kerusakan lingkungan yang terjadi sudah sangat memprihatinkan. Tebing sungai longsor, hutan di sekitarnya gundul, dan kualitas air menurun drastis. Jika dibiarkan, warga khawatir akan terjadi banjir lumpur saat musim hujan dan krisis air saat musim kemarau.

 

Atas kondisi tersebut, warga Desa Janja dan Desa Sibea mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas dan tidak tebang pilih.

 

“Kami desak Polres Tolitoli, Polda Sulteng, Gakkum KLHK, dan DLH Kabupaten Tolitoli turun langsung. Jangan hanya tutup mata. Ini sudah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat banyak. Tangkap pemodal dan aktor di baliknya, bukan hanya pekerjanya,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

 

Warga berharap pemerintah daerah dan APH segera melakukan penertiban dan penegakan hukum agar kelestarian Sungai Salungan dan mata pencaharian petani di Desa Sibea dapat terselamatkan.

Berita Terkait

Ambil Uang Kasir Seenaknya Bikin UMKM Gulung Tikar, Ini Peringatan Keras Dosen UNIMAJU
Di Bawah Kepemimpinan Prof. Amar, Untad Melompat dari Kampus Regional ke Panggung Global
Bupati Eka Putra Tekankan Tungku Tigo Sajarangan Saat Dampingi Kapolda Sumbar di Polres Tanah Datar
Kapolsek Luhak Turun Tangan, Kisruh Dana Pembangunan Masjid Rp20 Juta Berujung Damai
Kantor Desa Sari Mulya Mangkrak dan Disebut “Sarang Hantu”, Warga Desak Perhatian Pemerintah Kabupaten Inhil
Dugaan Keracunan Massal di Pesta Pernikahan, Korban Dilarikan ke 3 Rumah Sakit 1 diantaranya Balita
Patroli KRYD, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Aksi Geng Motor
Gerakan Peduli Bang YD Salurkan Bantuan Sembako kepada Ama Gameli Telaumbanua di Desa Saewe
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:35 WIB

Ambil Uang Kasir Seenaknya Bikin UMKM Gulung Tikar, Ini Peringatan Keras Dosen UNIMAJU

Senin, 2 November 2026 - 17:33 WIB

Di Bawah Kepemimpinan Prof. Amar, Untad Melompat dari Kampus Regional ke Panggung Global

Senin, 2 November 2026 - 16:32 WIB

Bupati Eka Putra Tekankan Tungku Tigo Sajarangan Saat Dampingi Kapolda Sumbar di Polres Tanah Datar

Senin, 2 November 2026 - 16:01 WIB

Kapolsek Luhak Turun Tangan, Kisruh Dana Pembangunan Masjid Rp20 Juta Berujung Damai

Senin, 2 November 2026 - 15:24 WIB

Kantor Desa Sari Mulya Mangkrak dan Disebut “Sarang Hantu”, Warga Desak Perhatian Pemerintah Kabupaten Inhil

Berita Terbaru

Forkopimda dan pejabat berdoa bersama saat pelantikan Sekda Kabupaten Solok Rudy Repenaldi Rilis di Aula Setda (Foto: Ist/LK)

Kabupaten Solok

Rudy Repenaldi Rilis Resmi Duduki Kursi Sekda Kabupaten Solok

Senin, 2 Nov 2026 - 17:16 WIB