

* Mediasi *Berujung Pengancaman Golok di Rumah Kakam Panca Karsa Purna Jaya, Kakam Pak Bakri Diminta Bertanggung Jawab*
*TULANG BAWANG –* Fakta baru terungkap dibalik insiden pengancaman dengan senjata tajam jenis golok yang menggegerkan Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Sabtu malam (11/10/2026).
Berdasarkan keterangan korban dan saksi warga, pertemuan atau mediasi yang berujung pada aksi pengancaman terhadap warga bernama I Made Artawa tersebut, ternyata *berlangsung di kediaman Kepala Kampung (Kakam) Panca Karsa Purna Jaya, Pak Bakri, dan undangan mediasi tersebut disebut berasal dari Kakam sendiri.*
“Yang mengundang mediasi adalah Pak Kakam Pak Bakri. Lokasinya di rumah beliau sendiri. Tiba-tiba ada pihak yang datang bawa golok dan mengancam warga kami di dalam rumah pemimpin kami sendiri,” ungkap R. Riswan Mura, perwakilan warga yang mendampingi korban.
Atas dasar itu, warga menilai Kakam Panca Karsa Purna Jaya memiliki tanggung jawab moral untuk menjelaskan duduk perkara dan menjamin keamanan warganya.
*”Kami tidak menuduh, tapi secara moral dan etika pemerintahan kampung, jika undangan dan lokasi mediasi ada di rumah Kakam, maka Kakam Pak Bakri harus bertanggung jawab penuh atas tragedi keamanan yang terjadi di rumahnya. Rumah Kakam seharusnya menjadi rumah aman, bukan tempat warga diancam dengan golok,”* tegas Riswan.
Insiden tersebut kini telah resmi dilaporkan ke Polres Tulang Bawang dengan *Nomor Laporan: LP/B/351/X/2026/SPKT/Polres Tulang Bawang.*
Warga berharap Polres Tulang Bawang tidak hanya mengusut terduga pelaku pembawa senjata tajam yang diduga melanggar Pasal 448 KUHP Baru Jo UU Darurat Sajam, tetapi juga meminta keterangan dari pihak penyelenggara mediasi guna membuat terang peristiwa tersebut.
“Kami minta Pak Kakam Pak Bakri kooperatif dan memberikan penjelasan terbuka kepada warganya. Ini demi menjaga marwah jabatan Kakam dan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Pak Bakri, belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi untuk mendapatkan hak jawab.
*Penulis: Tim Investigasi*











Komentar