Polemik Pilpeng Pedamaran Memanas: Effendi Simbolon Kembali Jadi Calon, Dasar Aturan Dipertanyakan

Sabtu, 3 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANKHUSUS.COM | ROKAN HILIR, PEKAITAN – Polemik Pemilihan Penghulu (Pilpeng) Pedamaran kembali memanas. Status Effendi Simbolon yang sebelumnya dibatalkan kini kembali diproses melalui sidang pleno klarifikasi dan pembuktian berkas terbaru oleh Panitia Pilpeng Pedamaran, Sabtu (03/10/2026).

Langkah tersebut langsung memunculkan pertanyaan serius. Jika pembatalan sudah dituangkan dalam berita acara, atas dasar aturan apa panitia kembali membuka ruang klarifikasi, melakukan pembuktian, hingga mengembalikan hak pencalonan Effendi Simbolon.

Dalam sidang, Effendi Simbolon menyampaikan pernyataan sikap dan nota keberatan. Ia menyerahkan sejumlah dokumen yang menurutnya dapat menjelaskan keabsahan riwayat pendidikan serta dokumen yang sebelumnya dipersoalkan.

Ia juga meminta seluruh bukti dan keberatannya dicatat secara resmi serta meminta agar proses pencetakan surat suara tidak dilakukan sebelum persoalan administrasi tersebut memperoleh kejelasan.

Ketua Panitia Pilpeng Pedamaran, Aji Damaryanto, menyatakan sidang tersebut merupakan bagian dari proses pembuktian dan validasi dokumen. Panitia menyebut Perbup Rokan Hilir Nomor 15 Tahun 2020 sebagai salah satu dasar yang digunakan dalam pelaksanaan tahapan penelitian dan penyaringan bakal calon.

“Agenda kami adalah rapat pembuktian dan sidang pleno untuk mencari validasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Aji kepada media.

Namun, persoalan justru semakin menarik perhatian setelah Panwas Pilpeng Pedamaran mempertanyakan dasar perubahan keputusan panitia.

Ketua Panwas Pilpeng Pedamaran, Zulkifli, didampingi anggota, menjelaskan bahwa Panwas di undang hadir oleh panitia untuk mengikuti dan mendengarkan proses sidang klarifikasi dan pembuktian berkas terbaru terkait persyaratan administrasi Effendi Simbolon, mengenai SKPI setara ijazah SMA.

Panwas mengingatkan bahwa sebelumnya panitia telah menerbitkan Berita Acara Nomor 11/PAN-PILPENG/PD/IX/2026 tanggal 23 September 2026 yang memuat pembatalan status Effendi Simbolon.

Namun pada 3 Oktober 2026, panitia kembali menerbitkan Berita Acara Nomor 13/PAN-PILPENG/PD/X/2026, yang pada intinya mencabut atau membatalkan keputusan sebelumnya dan mengembalikan hak Effendi Simbolon sebagai calon Penghulu Pedamaran.

Di sinilah pertanyaan Panwas mencuat: aturan mana yang menjadi dasar panitia mencabut keputusan sebelumnya dan mengembalikan status pencalonan setelah pembatalan telah ditetapkan.

Panwas juga mempertanyakan apakah mekanisme klarifikasi dan pembuktian setelah keputusan pembatalan tersebut secara tegas diatur dalam ketentuan Pilpeng yang berlaku, atau merupakan langkah administratif panitia dalam menindaklanjuti keberatan calon.

Publik kini menunggu penjelasan resmi mengenai pasal, ayat, kewenangan, serta mekanisme aturan yang menjadi dasar penerbitan Berita Acara Nomor 13 tersebut. Apalagi, muncul pula pertanyaan mengenai koordinasi antara Panitia Pilpeng Pedamaran dengan pihak terkait di tingkat Kabupaten.

Polemik ini akhirnya bukan lagi sekadar soal dokumen persyaratan calon. Yang menjadi sorotan kini adalah konsistensi keputusan dan transparansi prosedur panitia.

Sudah dibatalkan, kemudian dibuka kembali ruang pembuktian, lalu status pencalonan dikembalikan. Dasar aturannya apa. Pungkasnya (MH)

Berita Terkait

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Minta PT Intim Abadi Persada Tunda Penggusuran 17 KK di LIK Tondo Palu
Atensi Presiden Prabowo, 249 Personel Gabungan Gerebek Kampung Narkoba di Tatanga Palu
Polemik SKPI Pilpeng Pedamaran Memanas, Wan As’ari dan Mulyadi Desak Panitia Tindak Lanjuti Rekomendasi Panwas
Polda Sulteng Sita 1.190 Liter Biosolar Subsidi di Pagimana Banggai, Sopir Ngaku Dibayar Rp200 Ribu
Warga Siumbatu Segel Kantor PT Oti Eya/PT Tri Nusantara, Tuntut Keterlibatan Kontraktor Lokal
Dugaan Ketidaknetralan Panitia Pilpeng Pedamaran Disorot, Panwas Tembuskan Rekomendasi ke Dinas PMK dan DPRD Rohil
Dugaan Pencemaran Lingkungan Air Sungai di Sambu Guntung Berubah Putih Susu dan Berbusa, Kesehatan Warga Terancam
Salman Nusantara Gelar Syukuran, Ajak Masyarakat Bersatu Usai Pilwana Pakan Rabaa Timur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:27 WIB

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Minta PT Intim Abadi Persada Tunda Penggusuran 17 KK di LIK Tondo Palu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Atensi Presiden Prabowo, 249 Personel Gabungan Gerebek Kampung Narkoba di Tatanga Palu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Polda Sulteng Sita 1.190 Liter Biosolar Subsidi di Pagimana Banggai, Sopir Ngaku Dibayar Rp200 Ribu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Warga Siumbatu Segel Kantor PT Oti Eya/PT Tri Nusantara, Tuntut Keterlibatan Kontraktor Lokal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Dugaan Ketidaknetralan Panitia Pilpeng Pedamaran Disorot, Panwas Tembuskan Rekomendasi ke Dinas PMK dan DPRD Rohil

Berita Terbaru