PALU, 17 Oktober 2026 – Ketidakpuasan pelanggan terhadap layanan internet MyRepublic mencuat di Kota Palu. Sejumlah warga di beberapa kecamatan, mulai dari Palu Timur, Mantikulore hingga Tatanga, mengeluhkan koneksi yang tidak stabil, sering terputus, dan lambatnya penanganan laporan gangguan.
Keluhan yang paling sering disampaikan adalah kecepatan yang jauh dari paket yang dijanjikan. Kondisi ini serupa dengan keluhan di daerah lain, di mana pelanggan mengaku gangguan terjadi berulang hingga layanan sulit digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
“Saat komplain jawabannya selalu sedang pengajuan tambahan jaringan. Keluhan ini sudah hampir dua bulan sejak pemasangan. MyRepublic tidak bisa dipakai secara maksimal,” keluh salah satu warga, sejalan dengan pola keluhan pelanggan di luar Palu.
Di Palu, warga mengaku gangguan semakin parah sudah beberapa hari ini. Untuk streaming, meeting online, hingga game online, koneksi sering buffering. Beberapa titik bahkan mengalami indikator LOS merah di modem selama berhari-hari tanpa perbaikan.
Masalah kedua yang disorot adalah layanan pelanggan. Sejumlah warga mengaku sudah membayar, namun wifi tetap dimatikan dan laporan tidak segera ditindaklanjuti. Pola serupa juga pernah dilaporkan konsumen secara nasional, di mana pelanggan mengaku sudah membayar namun pembayaran belum diterima sistem dan wifi terlanjur dimatikan.
Secara umum, kualitas pada produk MyRepublic dinilai masih kurang memuaskan terhadap jaringan yang disediakan, dengan jaringan yang masih kurang stabil dan banyak gangguan.
Dampaknya, warga yang bekerja sebagai freelancer, guru online, dan pelaku UMKM mengaku dirugikan. Mereka tetap dibebani tagihan bulanan penuh meski layanan tidak optimal.
“Kami pindah karena dijanjikan jaringan yang kuat dan bagus. Harganya memang terjangkau, tapi kalau lemot dan sering bermasalah, tentu kecewa,” kata warga lain, yang senada dengan keluhan pelanggan di Lampung Utara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak MyRepublic area Palu belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Warga berharap ada penjelasan terbuka dan kompensasi yang jelas.
Warga menuntut tiga hal:
1. Perbaikan infrastruktur dan penambahan kapasitas jaringan di Palu, bukan hanya alasan “sedang maintenance”.
2. Respon CS yang lebih cepat via WhatsApp dan telepon, serta transparansi status tiket laporan.
3. 3. Kompensasi berupa potongan tagihan jika gangguan lebih dari 1×24 jam.













Komentar