Gresik(jawatimur)LiputanKhusus.Com-Sulit bagi keluarga MFA (23) menerima kenyataan bahwa orang yang mereka kenal ternyata diduga menjadi orang yang mengakhiri hidupnya.
Diketahui, MFA, anak lurah asal Sememi, Surabaya, tewas mengenaskan di sebuah toko bangunan di Randupadangan, Menganti, Gresik, Sabtu (3/10) dini hari.
Tubuhnya mengalami sejumlah luka tusuk, mulai leher, tangan hingga punggung.
Yang membuat kasus ini semakin mengusik pikiran adalah sosok terduga pelaku. IR (22) adalah kekasih korban sendiri.
Keluarga mengaku mengenal IR sebagai sosok yang baik. Bahkan, rumah mereka bertetangga.
Karena itu, keluarga tak habis pikir ketika mendengar dugaan bahwa nyawa MFA melayang karena cemburu.
“Kalau memang ini terjadi sebuah perencanaan dan apakah ada motif lain? Karena seorang (pelaku, Red) sekecil itu dan wajahnya polos sekali, kok bisa melakukan tindakan setragis itu,” ungkap Suwari, pihak keluarga sekaligus kuasa hukum.
Pertanyaan pun mulai bermunculan.
Cemburu saja? Atau ada sesuatu yang belum terungkap?
Sebab, bagaimana rasa cemburu bisa berubah menjadi tindakan sedemikian brutal?
Keluarga meminta polisi tidak sekadar mencatat motif sementara, tetapi membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya.
Jika memang ada perencanaan, siapa yang merencanakan?
Jika ada motif lain, apa yang sebenarnya disembunyikan?
Dan jika ada pihak lain yang terlibat, siapa mereka?
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan kasus tersebut terungkap setelah pelaku sendiri menghubungi layanan darurat 110.
“Berawal dari telpon 110 yang dilakukan oleh pelaku. Kemudian kami melakukan pengecekan terkait lokasi penelepon dan benar terjadi, yang berlokasi di Desa Randupadangan perbatasan dengan Kecamatan Benowo, Surabaya,” kata Arif.
Polisi sementara menduga motifnya cemburu.
Dua bilah pisau telah diamankan sebagai barang bukti. Perkara kini dilimpahkan ke Satreskrim Polres Gresik.
MFA sudah tidak bisa bercerita.
Maka kini tugas penyidik memastikan, apakah yang terjadi benar sesederhana “cemburu” atau justru ada potongan cerita lain yang belum terungkap.
Sebab satu nyawa telah hilang. Jangan sampai kebenaran ikut terkubur bersama korban.
Menurut Anda, ini murni karena cemburu atau ada rencana di baliknya.
(REN)













Komentar