GRESIK (Jawa Timur) — LiputanKhusus.Com — Kebahagiaan melingkar di wajah para petani Desa Pundut Trate, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Pada Senin (6/10/2026), mereka bersama unsur TNI, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Gresik, serta Pemerintah Desa Pundut Trate melaksanakan panen raya padi di hamparan sawah seluas 5 hektare.
Yang istimewa, panen kali ini merupakan panen ketiga yang berhasil dilakukan dalam satu tahun berjalan — capaian luar biasa, apalagi di tengah musim kemarau panjang.
Kolaborasi yang Membuahkan Hasil
Kegiatan panen disaksikan langsung oleh Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Muhammad Hudin, S.Pd., jajaran Koramil Benjeng, Kepala Desa Pundut Trate, serta para petani dan warga setempat. Proses pemanenan dilakukan secara efisien menggunakan mesin Combine Harvester Kubota, memotong batang padi yang menguning dan siap dipanen dengan hasil yang melimpah.
Babinsa Desa Pundut Trate, M. Huda, menyampaikan bahwa keberhasilan panen hingga tiga kali dalam setahun adalah buah dari kerja sama yang erat antarberbagai pihak.
“Alhamdulillah, warga petani di Desa Pundut Trate, yang lahan sawahnya berdekatan dengan waduk, pada tahun ini bisa panen tiga kali dalam satu tahun. Ini menjadi bukti nyata sinergi antara petani, LSM GMBI Distrik Gresik, TNI, dan Pemerintah Desa Pundut Trate,” ujar M. Huda.
Ia menambahkan, sinergitas ini akan terus diperkuat di wilayah Kecamatan Benjeng agar ekonomi pertanian semakin meningkat dan kebutuhan air lahan pertanian dapat tercukupi secara maksimal.
Kepala Desa Pundut Trate menegaskan bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh ketersediaan air yang memadai dari waduk/embung setempat, sehingga sekitar 80% lahan pertanian tetap bisa dipanen meski musim kemarau tengah berlangsung.
“Kerja keras dan sinergi ini semoga menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi seluruh warga Desa Pundut Trate,” pungkasnya.
Dukungan Ketahanan Pangan Nasional
Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Muhammad Hudin, S.Pd., menyebutkan bahwa pemberdayaan sektor pertanian menjadi program unggulan karena mayoritas warga Desa Pundut Trate menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam.
“Kehadiran kami ingin dirasakan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Fokus utama adalah bagaimana produktivitas pertanian di Benjeng ini bisa terus meningkat,” tegasnya.
Keterlibatan TNI melalui program karya bakti dinilai memperkuat pendampingan langsung kepada petani, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen. Kehadiran aparat di lapangan menjadi simbol bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama.
Harapan untuk Berkelanjutan
Keberhasilan panen tiga kali setahun di lahan 5 hektare ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama yang terjalin erat antara aparat keamanan, organisasi masyarakat, pemerintah desa, dan petani, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan — bahkan di saat curah hujan menurun.
Kini, warga Desa Pundut Trate berharap pola kolaborasi ini dapat dipertahankan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain, sehingga kesejahteraan petani semakin terjamin dan ketahanan pangan di tingkat desa semakin kokoh.
(Tim LiputanKhusus.Com)













Komentar