PALU – Universitas Tadulako (Untad) mencatatkan transformasi paling signifikan dalam dua dekade terakhir. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. periode 2023-2027, kampus terbesar di Sulawesi Tengah itu tidak lagi sekadar menjadi kampus regional, melainkan bergerak menjadi perguruan tinggi berdaya saing global.
Visi yang diusung sejak terpilih dengan raihan 77 suara dari 109 hak suara pada November 2022 itu jelas: “Perguruan Tinggi Berstandar Internasional yang Unggul, Tangguh, dan Adaptif” dengan identitas Kajian Lingkungan Kebumian Strategis (KLiKS).
Panen Akreditasi Internasional dan Unggul
Capaian paling monumental terjadi pada pertengahan 2026. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad berhasil meraih Akreditasi Internasional dari ASIIN Jerman untuk lima program studi sekaligus.
Lima prodi tersebut adalah Pendidikan Matematika dengan status Accredited, serta Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Geografi dengan status Accredited with Requirements. Proses visitasi dilakukan tim asesor Jerman dan Indonesia pada 15–16 Oktober 2025 dengan penilaian menyeluruh mulai kurikulum hingga capaian pembelajaran mahasiswa.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Prof. Amar.
Sebelumnya, Untad menutup tahun 2025 dengan gemilang. Sejumlah prodi meraih Akreditasi Unggul, yakni S1 Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan, S2 Kesehatan Masyarakat, dan S2 Ilmu Pertanian Pascasarjana. Hingga Desember 2025, Untad telah memiliki 31 program studi berstatus Unggul.
Tata Kelola WTP dan Badan Publik Informatif
Kepemimpinan Prof. Amar juga membawa perubahan di tata kelola. Untad meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas laporan keuangan tahun anggaran 2025, yang menjadi simbol pengelolaan anggaran yang sehat, transparan dan akuntabel.
Di tahun yang sama, Untad dinobatkan sebagai Badan Publik Informatif kategori PTN oleh Komisi Informasi Pusat. Status akreditasi “Unggul” dari BAN-PT dan penghargaan ini memperlihatkan Untad membangun fondasi institusi yang kuat.
Masuk 24 Kampus Terbaik Nasional
Dampak transformasi terlihat di pemeringkatan nasional. Pada evaluasi akhir 2025, Untad masuk 35 besar PT terbaik Indonesia, dan pada rilis 2026 melesat ke peringkat 24 kampus paling berprestasi dari 717 PTN-PTS se-Indonesia.
Untad mencatatkan 179 prestasi mahasiswa dan menjadi satu-satunya kampus dari Sulawesi Tengah di daftar elite tersebut, mulai debat bahasa, olimpiade sains, hingga inovasi agroteknologi mahasiswa Fakultas Pertanian.
Fakultas Kedokteran dan FMIPA juga memperoleh rekomendasi sertifikasi internasional ISO 21001:2018 sebagai sistem manajemen organisasi pendidikan.
Diplomasi Akademik: Dari Hainan hingga Eropa
Salah satu kekuatan Prof. Amar adalah diplomasi akademik. Bersama Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Untad tampil di League of Tropical Universities 2026 Summit dan membangun kerja sama konkret dengan Pemerintah Provinsi Hainan dan Hainan University China di bidang teknologi terapan, pertanian modern dan pendidikan tinggi.
Gubernur Anwar Hafid menilai keberhasilan Untad memasuki ruang diplomasi internasional merupakan bukti kepemimpinan akademik yang visioner.
Tak hanya Asia, Untad resmi tergabung dalam konsorsium ilmiah Uni Eropa untuk riset strategis 3 tahun dengan hibah perangkat precision agriculture berbasis AI senilai ratusan juta rupiah. Pendirian Nalodo Research Center sebagai pusat kajian kebencanaan geologi juga menjadi identitas baru Untad yang relevan dengan kerentanan geologi Sulteng.













Komentar