Kabupaten Solok (SUMBAR), LK — Sekretaris Dinas Kesehatan Alber Fitri Eka Surya resmi menutup rangkaian Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Solok di Hotel Daima Mossa, Selasa,(3/11/2026).
Alber Fitri menutup kegiatan bersama Kabid P2P Dr Meri Anwar dan Supriadi. Kemudian, peserta Rakor menandatangani program tindak lanjut sebagai wujud komitmen bersama.
Peserta sepakat menjalankan program lewat aksi nyata di lapangan. Sebaliknya, mereka menolak anggapan penandatanganan ini hanya seremonial belaka.
Dr Meri Anwar Tekankan Keseriusan Tindak Lanjut
Dr Meri Anwar menekankan pentingnya keseriusan seluruh jajaran dalam menindaklanjuti hasil Rakor. Ia mengatakan setiap program butuh arah yang jelas. Menurutnya, program butuh ukuran yang jelas dan fokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Meri menegaskan bahwa Dinas Kesehatan tidak mampu bekerja sendiri dalam mencegah dan mengendalikan penyakit. Oleh karena itu, butuh koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan berjalan optimal.

Selain itu, peserta wajib memberi perhatian pada penguatan deteksi dini. Bahkan, mereka juga wajib meningkatkan edukasi kesehatan dan memantau potensi penyebaran penyakit.
Peserta Rakor menyepakati satu komitmen penting. Mereka akan melaksanakan tindak lanjut pada 1 Desember 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia.
Momentum Hari AIDS Sedunia harus memperkuat gerakan bersama. Karena itu, gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS. Selain itu, momentum ini juga mendorong edukasi yang lebih luas.
Namun, peserta juga harus mampu menerapkan materi dalam tugas masing-masing.
Oleh karena itu, komitmen yang peserta tandatangani menjadi dasar pelaksanaan program berkelanjutan. Jadi, koordinasi yang mereka bangun harus menghasilkan aksi nyata bagi masyarakat. Akhirnya, Rakor P2P ini membuka awal pelaksanaan kesepakatan bersama.
(Yef)












Komentar