Gubernur Sulteng Anwar Hafid Minta PT Intim Abadi Persada Tunda Penggusuran 17 KK di LIK Tondo Palu

Fadli palu sulteng

Sabtu, 10 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Palu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengingatkan perusahaan agar tidak membongkar rumah warga tanpa solusi yang layak.

Sebelumnya, beredar rencana penggusuran warga LIK Tondo yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/10/2026).

Atas itu, Anwar Hafid meminta PT Intim Abadi Persada menunda pembongkaran hingga persoalan lahan mendapat kejelasan.

Anwar Hafid meminta PT Intim Abadi Persada tidak mengambil tindakan yang merugikan warga terdampak.

Diketahui, sebanyak 17 kepala keluarga (KK) menempati lahan yang menjadi bagian dari persoalan di kawasan LIK Tondo.

Pemprov Sulteng meminta status tanah dan kedudukan hukum setiap pihak diperiksa sebelum pembongkaran dilakukan.

Anwar Hafid telah mengirimkan surat kepada PT Intim Abadi Persada agar penyelesaian yang layak disiapkan terlebih dahulu.

Ia meminta persoalan lahan di LIK Tondo diselesaikan melalui pemeriksaan menyeluruh.Pemprov Sulteng menempuh tiga langkah menyikapi rencana penggusuran warga LIK Tondo.

Langkah tersebut meliputi pelaporan kepada Kanwil BPN Sulteng, penyuratan kepada Wamen ATR/BPN, dan pengiriman surat kepada perusahaan.

Selain meminta penundaan pembongkaran, pemerintah mengusulkan audit dan evaluasi terhadap HGB PT Lembah Palu Nagaya.

Anwar Hafid meminta Badan Pertanahan Nasional menelusuri riwayat tanah di LIK Tondo, Kota Palu.

Pemeriksaan itu mencakup dasar penerbitan HGB, batas bidang tanah, hingga riwayat pengalihan lahan.

Rencana penggusuran warga LIK Tondo tak hanya berkaitan dengan pembongkaran rumah, tetapi juga menyangkut kejelasan status tanah.

Pemprov Sulteng meminta verifikasi dokumen hukum dan pemeriksaan langsung di lapangan dan eminta BPN memeriksa bidang tanah yang ditempati 17 KK di kawasan LIK Tondo.

Hasil pemeriksaan diharapkan memperjelas luas lahan, batas bidang, status hak, dan pihak yang menguasainya.
Gubernur Sulteng Anwar Hafid meminta semua pihak menahan diri dalam konflik lahan LIK Tondo.

Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan yang mengubah kondisi objek konflik sebelum pemeriksaan selesai.

Pemprov Sulteng juga meminta penelusuran sejarah kawasan LIK Tondo, termasuk kaitannya dengan program transmigrasi.

Pemprov Sulteng berencana memfasilitasi rapat penyelesaian konflik lahan LIK Tondo setelah audit dan verifikasi selesai.

Pertemuan itu akan melibatkan BPN, Pemkot Palu, perusahaan, warga terdampak, dan instansi terkait.

Berita Terkait

Atensi Presiden Prabowo, 249 Personel Gabungan Gerebek Kampung Narkoba di Tatanga Palu
Wabup Iriane Iliyas Pimpin Rakor Forkopimda Morowali, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kawasan Industri Strategis Nasional
Oknum Diduga Suruhan PT Karya Inti Tani Ancam Warga Pakai Sajam di Tulang Bawang, Warga Trauma
Warga Siumbatu Segel Kantor PT Oti Eya/PT Tri Nusantara, Tuntut Keterlibatan Kontraktor Lokal
DPW LSM “GEBRAK” SULESEL BUKAN KARENA KEBENCIAN ATAU MENCARI-CARI KESALAHAN PEMIMPIN NAMUN MENGUTAMAKAN ETIKA, LEGOWO DAN KEBESAMAN JIWA DALAM BERNEGARA
Dandim 1311/Morowali Tegaskan TNI Hadir Jaga Kondusivitas, Forkopimda Tampung Aspirasi Warga Matarape
Pemkab Solok Evaluasi Penanganan Bencana, OPD Diminta Perkuat Aksi Nyata.
Bantuan di Rumah Dinas Bupati Bukan Persoalan, Jefrizal: Jangan Menilai Sebelum Mengetahui Fakta Lapangan.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:27 WIB

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Minta PT Intim Abadi Persada Tunda Penggusuran 17 KK di LIK Tondo Palu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Atensi Presiden Prabowo, 249 Personel Gabungan Gerebek Kampung Narkoba di Tatanga Palu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Wabup Iriane Iliyas Pimpin Rakor Forkopimda Morowali, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kawasan Industri Strategis Nasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:58 WIB

Oknum Diduga Suruhan PT Karya Inti Tani Ancam Warga Pakai Sajam di Tulang Bawang, Warga Trauma

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Warga Siumbatu Segel Kantor PT Oti Eya/PT Tri Nusantara, Tuntut Keterlibatan Kontraktor Lokal

Berita Terbaru