*Oknum Diduga Suruhan PT Karya Inti Tani Ancam Warga Pakai Sajam di Tulang Bawang, Warga Trauma*
*TULANG BAWANG, Lampung -* Suasana mediasi yang sedianya berlangsung damai di Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang, berubah mencekam.
Mediasi antara warga pemilik lahan dengan pihak perusahaan PT Karya Inti Tani yang digelar di kediaman Kepala Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Bapak Bakri, pada Jumat (9/10/2026) sekira pukul 17.20 WIB, diduga berakhir dengan aksi premanisme dan pengancaman menggunakan senjata tajam.
*Kronologi Versi Warga*
Menurut keterangan korban, I Made Artawa, ia bersama rombongan diundang oleh Kepala Kampung Bakri untuk melakukan mediasi dengan pihak perusahaan terkait persoalan lahan lokasi pembangunan pabrik.
” Awalnya obrolan berlangsung baik. Tiba-tiba datang beberapa orang tanpa permisi, langsung berkata kasar dengan nada tinggi, menantang ‘siapa yang berani tujahan dengan kami’,” ujar I Made Artawa menirukan ucapan oknum tersebut.
Situasi memanas ketika salah satu oknum berinisial RD bersama rekannya diduga mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan mengarahkannya kepada I Made Artawa.
Keributan tersebut berhasil dilerai oleh Ketua Umum Komisi Pembela Hukum dan HAM Provinsi Lampung, Riswan Mura, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
” Saya tanya, kalian datang ke sini dalam rangka apa? Kami di sini baik-baik saja, tidak ada masalah. Lalu dia langsung keluarkan sajam mengarah ke Pak Made, saya halangi,” ungkap Riswan Mura.
Insiden yang berlangsung sekitar 30 menit itu membuat pertemuan bubar tanpa kesepakatan dan meninggalkan trauma bagi warga.
” Sampai sekarang saya masih trauma dan ketakutan,” kata I Made Artawa.
*Kecaman dan Tuntutan*
Ketua Umum Komisi Pembela Hukum dan HAM Provinsi Lampung, Riswan Mura, menyayangkan keras insiden tersebut.
” Kami sangat menyayangkan. Kepala kampung yang mengundang untuk mediasi damai, tapi justru muncul oknum preman yang diduga sengaja disiapkan untuk mengintimidasi warga. Ini berbahaya,” tegas Riswan Mura melalui sambungan telepon.
Pihaknya meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.
” Kami minta kepada Kapolres Tulang Bawang Cq Kasat Reskrim, Bhabinkamtibmas wilayah Banjar Baru, dan manajemen PT Karya Inti Tani untuk segera menghentikan segala bentuk premanisme. Hentikan cara-cara brutal dalam penyelesaian konflik lahan. Ini mengganggu Harkamtibmas,” tandasnya.
*Klarifikasi Kepala Kampung*
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Bakri, membenarkan adanya insiden tersebut.
” Benar ada insiden itu. Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba ada oknum yang datang ke rumah saya dan bertindak seperti itu. Sudah saya lerai dan akhirnya semua pihak pulang ke tempat masing-masing,” ujar Bakri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Karya Inti Tani belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi http://LiputanKhusus.com masih berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk mendapatkan hak jawab.
Warga berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional demi menjamin keamanan warga.
*[Tim Redaksi – http://LiputanKhusus.com]*Kaperwil provinsi Lampung.







Komentar