──────────────────────────────────────────────
SIMPULKHUSUS.COM
Makassar, 9 Oktober 2026
MAKASSAR — DPW LSM “GEBRAK” Sulawesi Selatan menegaskan bahwa
kritik terhadap seorang pemimpin bukanlah bentuk kebencian,
apalagi upaya mencari-cari kesalahan. Kritik adalah wujud
kepedulian dan kontrol sosial demi masa depan bangsa.
Pernyataan ini disampaikan oleh **Awaluddin Anwar, Penasehat
DPW LSM “GEBRAK” Sulsel**. Beliau menegaskan bahwa dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, kritik terhadap pejabat publik harus
dipahami dalam kerangka kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar
persoalan suka atau tidak suka terhadap individu tertentu.
Terkait wacana publik yang berkembang belakangan ini, Awaluddin
Anwar berpandangan bahwa kesediaan seorang pejabat untuk
mempertimbangkan langkah terbaik demi kepentingan bangsa, termasuk
pengunduran diri secara sukarela apabila menjadi pilihan yang tepat,
merupakan bentuk sikap legowo dan tanggung jawab moral yang tinggi.
“Legowo bukan berarti kalah. Menghormati kritik bukan berarti lemah.
Dan melepaskan jabatan secara terhormat, apabila menjadi pilihan
yang sah, dapat menjadi wujud kebesaran jiwa,” ujar Awaluddin Anwar.
Beliau juga mengingatkan bahwa jabatan publik bukan milik pribadi
yang harus dipertahankan dengan segala cara. Setiap pemegang jabatan
wajib menghormati konstitusi, menjaga etika, serta mendengarkan
aspirasi masyarakat yang berkembang secara demokratis.
“Seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari bagaimana ia mendapatkan
jabatan, tetapi juga dari bagaimana ia menjalankan amanah dan
menyikapi kritik secara dewasa,” tambahnya.
Setiap tuntutan maupun wacana mengenai pergantian pejabat harus
tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusi. Perbedaan pandangan
disikapi secara dewasa — tanpa fitnah, intimidasi, maupun tindakan
yang merusak persatuan bangsa.
Awaluddin Anwar mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap
mengedepankan akal sehat, objektivitas, dan sikap kritis. Jangan
jadikan perbedaan pandangan sebagai alasan saling membenci,
melainkan ruang untuk memperkuat demokrasi.
“Kritik bukan kebencian. Pengawasan bukan permusuhan. Dan kekuasaan
harus selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab,” tutupnya.
———
Sumber & Narasumber: Awaluddin Anwar — Penasehat DPW LSM “GEBRAK” Sulsel
Penulis: Wartawan Deli Serdang
──────────────────────────────────────────────












Komentar