Gubernur Jakarta Pramono Anung menargetkan penyelesaian pembebasan lahan untuk proyek normalisasi sungai di Ibu Kota dalam waktu dekat.
Pemerintah Provinsi Jakarta akan bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menuntaskan proses tersebut.
“Minggu depan atau dua minggu lagi paling lama saya bersama dengan Kementerian ATR-BPN akan menyelesaikan pembebasan lahan yang memang belum terselesaikan dan sekaligus membagikan sertifikatnya,” kata Pramono saat meninjau pembangunan pompa air di kawasan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa, 3 Februari 2026.
Pramono menyebut pembebasan lahan menjadi faktor penting untuk mempercepat normalisasi sungai, terutama di titik-titik yang kerap menjadi langganan banjir.
Ia menegaskan Pemprov Jakarta tetap melanjutkan normalisasi di sejumlah aliran utama.
Normalisasi yang akan diteruskan mencakup Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir jangka menengah.
Menurut Pramono, penyelesaian administrasi pertanahan dan pembagian sertifikat kepada warga terdampak juga dibutuhkan agar proyek dapat berjalan berkelanjutan.
Pemprov, kata dia, berupaya mencegah hambatan berulang yang selama ini sering muncul akibat persoalan lahan.
Kebijakan normalisasi dipilih dengan mempertimbangkan kondisi fisik sejumlah sungai di Jakarta yang dinilai semakin menyempit dan dangkal.
Pendangkalan, sedimentasi, serta keberadaan bangunan di bantaran disebut telah mengubah aliran alami dan menurunkan kapasitas tampung air.
“Lebar sungai yang sempit ini membuat kapasitas tampung semakin terbatas,” kata Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, Rabu, 28 Januari 2026.
Chico menjelaskan normalisasi dipandang memberikan dampak yang lebih langsung terhadap peningkatan kapasitas drainase sungai.
Upaya seperti pelebaran, pendalaman, pengerukan, hingga penguatan dinding sungai dinilai lebih cepat mengurangi genangan di wilayah hilir dibanding pendekatan lain.
Pemprov Jakarta menempatkan normalisasi sebagai solusi jangka menengah hingga panjang di segmen-segmen kritis yang sudah dipetakan.
“Ini solusi jangka menengah-panjang yang konkret untuk mencegah banjir berulang,” ujar Chico.







