Membedakan berita, opini, dan siaran pers

Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga jenis tulisan sering muncul berdampingan di layar yang sama, dengan tampilan yang mirip: berita, opini, dan siaran pers. Ketiganya sah, dan ketiganya punya kegunaan. Yang menimbulkan masalah adalah ketika pembaca mengira sedang membaca yang satu, padahal sedang membaca yang lain.

Berita: melaporkan, bukan menilai

Berita menyampaikan apa yang terjadi, siapa yang terlibat, dan dari mana keterangan itu diperoleh. Cirinya adalah adanya sumber yang bisa ditelusuri, dan usaha memuat lebih dari satu pihak ketika ada perbedaan pendapat.

Berita yang baik memungkinkan pembaca menarik kesimpulan sendiri. Kalau setelah membaca Anda tahu harus berpendapat apa tetapi tidak tahu dari mana informasinya berasal, yang Anda baca kemungkinan bukan berita.

Opini: menilai, dan mengaku menilai

Opini justru bertugas menyampaikan pendapat. Tidak ada yang salah dengan itu — selama ditandai. Media yang tertib memberi label pada tulisan opini dan mencantumkan siapa penulisnya beserta kaitannya dengan topik yang dibahas.

Yang perlu diwaspadai adalah opini yang disusun seperti berita: tanpa label, tanpa nama penulis, dengan judul yang terdengar seperti laporan peristiwa.

Siaran pers: pesan dari pihak yang berkepentingan

Siaran pers ditulis oleh atau untuk pihak yang ingin sesuatu diberitakan. Isinya bisa saja benar seluruhnya, tetapi pemilihan apa yang disebut dan apa yang tidak disebut ditentukan oleh kepentingan pengirimnya.

Cirinya cukup khas: hanya satu pihak yang bersuara, banyak kutipan dari pejabat organisasi itu sendiri, kata sifat yang memuji, dan tidak ada pihak yang mempertanyakan. Media yang tertib menandainya sebagai rilis atau konten kerja sama.

Tiga pertanyaan cepat

  1. Siapa yang bersuara di sini? Kalau hanya satu pihak, dan pihak itu diuntungkan oleh tulisannya, Anda sedang membaca promosi.
  2. Dari mana angkanya? Angka tanpa sumber adalah klaim, bukan data.
  3. Apakah ada nama penulisnya? Tulisan yang mengambil sikap tetapi tidak bertanda tangan patut dipertanyakan.

Kenapa ini penting bagi pembaca biasa

Bukan karena satu jenis lebih mulia dari yang lain. Ketiganya berguna kalau ditempatkan dengan benar: berita untuk mengetahui, opini untuk menimbang, siaran pers untuk mengetahui apa yang ingin disampaikan sebuah pihak.

Kesalahan terjadi saat pembaca memakai siaran pers untuk mengambil keputusan seolah itu laporan yang netral, atau memakai opini sebagai bukti. Membedakannya memakan waktu beberapa detik, dan itu salah satu kebiasaan membaca yang paling murah untuk dipelajari.

Berita Terkait

Ilusi Akuntabilitas Kementerian PU: Dua Dekade, 2.186 Temuan, dan Triliunan Rupiah yang Menguap Tanpa Kepastian Hukum
Jajaran Media Liputankhusus.com Pesisir Barat Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Soni Hidayat Menjadi Peratin Pekon Sumur Jaya Periode 2026–2034
FARID PONDUNGGE, AYO BERGANDENG TANGAN! Pemuda Petarung Bergerak untuk Bangsa
Ketua Golkar Sulteng H. Moh Arus Abdul Karim Hadiri Bimtek Pemenangan Pemilu di Bali
Panggung Seremonial di Tengah Kepungan Asap: Ketika Logika Ekologi Kalah oleh Nafsu Pencitraan
​Mengapa Aksi Mahasiswa Kalteng di Kantor Gubernur Adalah Ujian Nyata Demokrasi Kalteng
Menjaga Independensi Pers di Tengah Kuasa Trias Politica
Menguji Adab dan Akuntabilitas: Ketika Suara Mahasiswa Kalteng Dibungkam Narasi “Sopan Santun”
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:02 WIB

Ilusi Akuntabilitas Kementerian PU: Dua Dekade, 2.186 Temuan, dan Triliunan Rupiah yang Menguap Tanpa Kepastian Hukum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Jajaran Media Liputankhusus.com Pesisir Barat Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Soni Hidayat Menjadi Peratin Pekon Sumur Jaya Periode 2026–2034

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:07 WIB

FARID PONDUNGGE, AYO BERGANDENG TANGAN! Pemuda Petarung Bergerak untuk Bangsa

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Ketua Golkar Sulteng H. Moh Arus Abdul Karim Hadiri Bimtek Pemenangan Pemilu di Bali

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Panggung Seremonial di Tengah Kepungan Asap: Ketika Logika Ekologi Kalah oleh Nafsu Pencitraan

Berita Terbaru

Lokomotif uap legendaris Mak Itam E1060 (Foto: ilustrasi /LK)

Opini

Rel Gigi di Silaing dan Ujian Keseriusan Kita

Senin, 2 Nov 2026 - 18:39 WIB