Wabup Gresik Imbau Warga Hentikan Stigma Dan Diskriminasi Terhadap ODHA

Rabu, 7 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

GRESIK (Jawa Timur)LiputanKhusus. com.-Penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong masyarakat ikut memberikan dukungan kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) agar tetap dapat menjalankan kehidupan sosial tanpa stigma dan diskriminasi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dapat membuat mereka enggan mengakses layanan kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat upaya pemerintah dalam melakukan penanganan dan pencegahan HIV/AIDS.

Karena itu, Alif meminta masyarakat memahami HIV/AIDS secara benar dan memberikan dukungan kepada orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Menurutnya, setiap orang tetap memiliki hak untuk hidup sehat dan memperoleh layanan kesehatan.

Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat dan mendapatkan layanan kesehatan,” kata Alif saat membuka Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) di Kantor Bupati Gresik, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik ini diikuti Ketua TP PKK dari 16 kecamatan dan digelar di Ruang Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik. Dua kecamatan yang absen adalah Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Alif menilai edukasi menjadi salah satu kunci untuk mengurangi stigma di tengah masyarakat. Informasi yang benar mengenai HIV/AIDS perlu disampaikan secara luas agar masyarakat tidak memiliki pemahaman yang keliru.

Ia juga mendorong pemerintah, keluarga, dan masyarakat memperkuat kolaborasi. Dukungan dari lingkungan terdekat dinilai penting agar ODHA tidak menghadapi diskriminasi ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat, layanan kesehatan, dan menjalani kehidupan secara baik. Dukungan harus diberikan dengan cara yang tepat, tanpa stigma maupun perlakuan diskriminatif,” ujarnya.

 

Pewarta : (Bambang.S)

Berita Terkait

Dugaan Pemotongan Dana PIP Di Lamongan Disorot Mahasiswa, Disdik Siap Tindaklajuti
Ribuan Buruh Gresik Siapkan Gelar Aksi Damai 6-8 Oktober 2026
Sinergi TNI, GMBI, dan Petani Desa Pundut Trate: Panen Raya Tiga Kali di Lahan 5 Hektare
Ledakan Pakuwon City Surabaya Diduga Kebocoran Tabung Gas, 5 Luka-Luka.
Di Duga Karena Cemburu Wanita Berwajah Polos Ini Menikam Kekasihnya Dimenganti Hingga Tewas.
Berdiri Di Atas Aset Pemkab Gresik, Bangunan Dan Makan Buatan Di Cerme Kidul Di Bongkar Satpol PP
Terlibat Tabrakan Beruntun Tiga Truk Diduduksampeyan Gresik,Supir Tangki Patah Kaki.
Sering Terjadi Kecelakaan, Jalan Raya Krikilan Driyorejo Diaudit Tim Gabungan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Dugaan Pemotongan Dana PIP Di Lamongan Disorot Mahasiswa, Disdik Siap Tindaklajuti

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Wabup Gresik Imbau Warga Hentikan Stigma Dan Diskriminasi Terhadap ODHA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Ribuan Buruh Gresik Siapkan Gelar Aksi Damai 6-8 Oktober 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sinergi TNI, GMBI, dan Petani Desa Pundut Trate: Panen Raya Tiga Kali di Lahan 5 Hektare

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Ledakan Pakuwon City Surabaya Diduga Kebocoran Tabung Gas, 5 Luka-Luka.

Berita Terbaru